Home » » Pengakuan Dari Negara Lain

Pengakuan Dari Negara Lain

Written By Harno Malik on Monday, August 5, 2013 | 8:38 PM

Suatu Negara yang baru merdeka memerlukan pengakuan dari Negara lain karena factor-faktor berikut. (1) adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya baik yang timbul dari dalam (melalui kudeta) maupun intervensi dari Negara lain. dan (2) ketentuan hukum alam yang tidak dapat dimungkiri bahwa suatu Negara tidak dapat berdiri sendiri, tanpa bantuan dan kerja sama dengan Negara lain. Ketergantungan itu terutama terletak dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, social busaya, pertahanan, dan keamanan. Pengakuan dari Negara lain, dapat dibedakan antara lain :

1. Pengakuan secara de Facto
Pengakuan secara de facto diberikan kalau suatu Negara baru sudah memenuhi unsure konstitutif dan juga telah menunjukkan dri menjadi pemerintahan yang stabil.

Pengakuan de facto menurut sifatnya dapat dibedakan sebagai berikut. (1) pengakuan de facto bersifat tetap Artinya, pengakuan dari Negara lain terhadap suatu Negara hanya bias menimbulkan hubungan di lapangan perdagangan dan ekonomi (konsul). Sedangkan untuk tingkat duta belum dapat dilaksanakan. dan (2) pengakuan de facto bersifat sementara Artina, pengakuan yang diberikan oleh Negara lain dengan tidak melihat lebih jauh pada hari depan, apakah Negara itu akan mati atau akan jalan terus. Apabila ternyata Negara baru tersebut jatuh atau hancur, maka neara lain akan menarik kembali pengakuannya.

2. Pengakuan Secara de Jure 
Pengakuan secara de jure merupakan pengakuan yang diberikan oleh negara lain kepada suatu negara yang akan merdeka, pengakuan ini merupakan salah satu syarat suatu negara jika ingin mendeklarasikan kemerdekaan negaranya. 

Menurut sifatnya, pengakuan dari Negara lain dapat dibedakan sebagai berkut. yaitu : Pengakuan de jure bersifat tetap Artinya, pengakuan dari Negara lain berlaku untuk selama-lamanya setelah melihat kenyataan bahwa Negara baru tersebut dalam beberapa waktu lamanya menunjukkan pemerintahan yang stabil. dan Pengakuan de Jure bersifat penuh Arinya, terjadi hubungan antara Negara yang mengakui dan diakui, yang meliputi hubungan dagang, ekonomi dan diplomatic. Negara yang mengakui berhak menempatkan konsulat atau membuka kedutaan.


Baca juga ini :

Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Post a Comment