Pengertian Marginal Propensity to Save (MPS) dan Average Propensity to Save (APS)



Konsumsi adalah sebuah aktivitas guna menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang. Contoh menghabiskan nilai guna suatu barang dalam mengkonsumsi ialah kegiatan mengkonsumsi sepiring nasi (habis pakai), sedangkan contoh mengurangi nilai guna suatu barang ialah memakai baju, sepatu atau tas berarti melakukan kegiatan mengkonsumsi barang yang tidak habis dalam sekali pakai.

Hubungan antara tingkat konsumsi dan pendapatan diformulasikan dalam fungsi konsumsi, Jadi fungsi konsumsi menunjukkan hubungan antara tingkat konsumsi dengan tingkat pendapatan. Pada fungsi konsumsi kita mengenal Marginal Propensity to Consume dan Average Propensity to Consume. Pada fungsi saving-pun kita juga mengenal Marginal Propensity to Save dan Average Propensity to Save.

Apa itu Marginal Propensity to Save (MPS) dan Average Propensity to Save (APS)? Yang dimaksud
dengan Marginal Propensity to Save adalah perbandingan antara bertambahnya saving dengan bertambahnya pendapatan nasional yang mengakibatkan bertambahnya saving. Oleh karena itu perumusan Marginal Propensity to Save (MPS) ialah:

Rumus Marginal Propensity to Save (MPS)


Sedangkan yang dimaksud dengan Average Propensity to Save adalah perbandingan besarnya saving pada suatu tingkat pendapatan nasional dengan besarnya pendapatan nasional bersangkutan. Jadi formula atau rumusannya adalah:

Rumus Average Propensity to Save (APS)
Sumber referensi: Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X/ Disusun Oleh Supriyanto, Ali Muhson; editor, Taupik Mulyadi. -- Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Baca juga ini:

Materi Lainnya:

0 Response to "Pengertian Marginal Propensity to Save (MPS) dan Average Propensity to Save (APS)"

Post a Comment