Bentuk dan Manfaat Peta


Ilustrasi Peta [image by jalandamai.org], 

Peta adalah gambaran secara umum sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dilukiskan pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu jika dilihat dari atas, disertai tulisan dan simbol sebagai tanda pengenal.


Kenampakan yang tergambar pada peta bisa merupakan fenomena fisik (alamiah) seperti gunung, sungai, hutan, rawa dan sebagainya serta fenomena budaya (buatan) seperti pesawahan, pemukiman, kawasan industri, dan jalur jalan. Berdasarkan bentuknya, peta dapat dibedakan atas :

  • Peta datar, yaitu peta yang digambarkan pada bidang datar, misalnya pada kertas, kanvas atau tripleks. Perbedaan bentuk permukaan bumi pada bidang datar dinyatakan dengan perbedaan warna dan simbol-simbol yang digunakan.
  • Peta timbul, yaitu peta yang dibuat sesuai dengan bentuk permukaan bumi sebenarnya.
  • Peta digital, yaitu peta yang dibuat dengan bantuan komputer yang disimpan pada pita atau disket dan dapat digunakan oleh pengguna melalui layar monitor.
Peta memiliki manfaat yang bermacam-macam sesuai dengan jenis peta yang digunakan. Secara umum manfaat peta adalah:
  • Menunjukkan lokasi suatu tempat di permukaan bumi
    • Menggambarkan luas dan bentuk berbagai fenomena geografi
    • Untuk mengetahui kenampakan muka bumi baik yang bersifat fisik (sungai, gunung, persebaran vegetasi) maupun sosial budaya (persebaran sawah, persebaran pemukiman, persebaran industri).
    • Sebagai alat untuk memasukkan data yang ditemukan di lapangan.
    • Alat peraga dan alat pelaporan hasil penelitian.
    Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

    Materi Lainnya:

    Macam-Macam Skala Peta Berdasarkan Ukuran Skalanya


    Ilustrasi Peta [image by jalandamai.org], 

    Skala adalah angka yang menunjukkan perbandingan jarak mendatar pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Peta yang baik selalu mencantumkan skala sehingga ukuran jarak, luas, dan bentuk pada peta sesuai dengan keadaan di lapangan.


    Berdasarkan ukuran skalanya, skala dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu Skala kadaster, Skala besar, Skala sedang, Skala kecil dan Skala Geografis. Secara umum, skala yang banyak digunakan pada peta terdiri atas tiga macam, yaitu :

    1. Skala angka (Numerical Scale), yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk angka pecahan dengan menggunakan satuan ukuran sentimeter (cm).
    2. Contoh: Skala 1 : 2.500.000 bisa ditulis 1 / 2.500.000 (dibaca 1 banding 2.500.000), artinya setiap jarak mendatar 1 cm pada peta sama dengan 2.500.000 cm atau 25 km jarak di permukaan bumi sebenarnya.
    3. Skala verbal (verbal scale), yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata.
    4. Contoh: 1 cm berbanding 10 km , artinya setiap jarak mendatar 1 cm pada peta sama dengan 10 km jarak sebenarnya di permukaan bumi.
    5. Skala garis (graphical scale), yaitu skala yang ditunjukkan dengan garis lurus yang dibagi-bagi dalam bagian yang sama. Setiap bagian menunjukkan kesatuan panjang yang sama untuk menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi.
    Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

    Materi Lainnya:

    Pengelompokkan Skala Berdasarkan Ukurannya Pada Peta


    Skala peta [image by www.guruips.com], 

    Skala adalah angka yang menunjukkan perbandingan jarak mendatar pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Peta yang baik selalu mencantumkan skala sehingga ukuran jarak, luas, dan bentuk pada peta sesuai dengan keadaan di lapangan.


    Secara umum, skala yang banyak digunakan pada peta terdiri atas tiga macam, yaitu Skala angka (Numerical Scale), Skala verbal (verbal scale) dan Skala garis (graphical scale). Berdasarkan ukuran skalanya, skala dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu :

    1. Skala kadaster, yaitu peta berskala antara 1 : 100 sampai 1 : 5.000, biasanya digunakan untuk menggambar peta-peta tanah dalam keperluan sertifikat.
    2. Skala besar, yaitu peta berskala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000, digunakan untuk menggambar wilayah yang sempit, misalnya peta desa dan peta kecamatan.
    3. Skala sedang, yaitu peta berskala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000, digunakan untuk menggambar wilayah kabupaten dan propinsi.
    4. Skala kecil, yaitu peta berskala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000, digunakan untuk menggambar wilayah negara.
    5. Skala Geografis, yaitu peta berskala lebih dari 1 : 1.000.000, digunakan untuk menggambar kelompok negara, regional, benua dan dunia.
    Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

    Materi Lainnya:

    Bentuk Simbol yang Digunakan Dalam Peta


    Ilustrasi Peta [image by jalandamai.org], 

    Simbol yaitu suatu gambar atau tanda yang mempunyai makna atau arti. Simbol pada peta merupakan tanda-tanda konvensional yang umumnya digunakan untuk mewakili keadaan sebenarnya. Beberapa bentuk simbol yang digunakan pada peta antara lain :


    1. Simbol titik (point), berdasarkan jenisnya simbol titik terdiri atas :
    • Simbol geometrik (bangun matematika), untuk menyatakan nama kota, ibu kota, gunung, dan ketinggian tempat yang dilengkapi dengan angka,
    • Simbol gambar, berupa gambar yang disesuaikan atau menyerupai keadaan sebenarnya di lapangan. Misalnya simbol kapal terbang untuk menyatakan lapangan terbang, simbol jangkar untuk menyatakan pelabuhan laut, dan simbol daun teh untuk menyatakan perkebunan teh.
    2. Simbol garis (line), digunakan pada peta untuk menyatakan jalan, jalan kereta api, batas wilayah administratif dan sungai dalam bentuk garis (garis tebal, garis tipis, garis sejajar, dan garis putus-putus).
    3. Simbol bidang (area), digunakan untuk menyatakan unsurunsur geografi yang berupa bidang seperti hutan, rawa, perkebunan, dan daerah pertanian.
    4. Simbol warna, digunakan untuk menunjukkan ketinggian daratan di permukaan bumi dan kedalaman wilayah perairan laut.
    Contoh:
    • Biru, untuk simbol perairan, misalnya, biru tua menunjukkan laut dalam; biru muda menunjukkan laut dangkal, selat, teluk, danau, dan sungai
    • Hijau menunjukkan dataran rendah
    • Kuning menunjukkan dataran tinggi
    • Cokelat menunjukkan pegunungan, misalnya: cokelat muda menunjukkan pegunungan; cokelat tua menunjukkan pegunungan yang tinggi
    • Merah digunakan untuk menyatakan gunung berapi, jalan dan kota.
    Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

    Materi Lainnya:

    Pengertian Garis Lintang dan Garis Bujur Pada Peta


    Ilustrasi Peta [image by jalandamai.org], 

    Pada sebuah peta, atlas atau globe, kita sering melihat garis-garis vertikal maupun horisontal, garis-garis tersebut dinamakan garis lintang dan garis bujur. Apa sebenarnya pengertian dari garis lintang dan garis bujur pada peta, atlas atau globe ini, berikut ini penjelasannya.


    Garis Lintang adalah garis khayal yang melintang permukaan bumi secara horizontal. Garis lintang 0° disebut garis khatulistiwa atau garis ekuator, yaitu garis yang membagi bumi menjadi dua bagian yang sama yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan, panjangnya mencapai 40.075 km.

    Garis lintang yang berada di belahan bumi utara disebut garis lintang utara besarnya dari 0° - 90° LU, semakin ke Utara panjangnya semakin kecil bahkan pada 90° LU hanya berupa titik yaitu titik Kutub Utara.

    Garis lintang yang berada di belahan bumi selatan disebut garis lintang selatan besarnya dari 0° - 90° LS, semakin ke selatan panjangnya semakin kecil bahkan pada 90° LS hanya berupa titik yaitu titik Kutub Selatan. Beberapa garis lintang memiliki nama tertentu, misalnya

    • 0° sebagai garis khatulistiwa atau ekuator
    • 23 ½° LU sebagai Garis Balik Utara (tropic of cancer)
    • 23 ½° LS sebagai Garis Balik Selatan (tropic of capricorn)
      • 66 ½° LU sebagai Garis Lingkar Kutub Utara
      • 66 ½° LS sebagai Garis Lingkar Kutub Selatan
      • 90° LU/LS sebagai kutub utara dan kutub selatan

      Garis bujur adalah garis khayal di permukaan bumi yang menghubungkan Kutub Utara dengan Kutub Selatan. Garis bujur 0° yang melewati kota Greenwich dekat London (Inggris) disepakati sebagai meridian utama dan dijadikan pedoman internasional dalam penentuan waktu di berbagai tempat yang berbeda di permukaan bumi.

      Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

      Materi Lainnya:

      Pengertian Batas Landas Kontinen dan Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)


      Batas zona ekonomi eksklusif [image by Majalahbatu.com], 

      Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, sebagian besar wilayahnya merupakan perairan. Batas-batas negara Indonesia kebanyakan berada di perairan atau di lautan, terdapat dua batas khusus yang dimiliki oleh indonesia yaitu batas landas kontinental dan zona ekonomi eksklusif (ZEE), berikut penjelasan kedua batas tersebut.


      Batas landas kontinen adalah batas dasar laut dari segi geologi yang merupakan kelanjutan dari benua. Wilayah landas kontinen Indonesia dibedakan atas Landas Kontinen Sunda atau Paparan Sunda (bagian barat) dan Landas Kontinen Arafuru atau Paparan Sahul (bagian timur). Paparan Sunda merupakan bagian dari daratan Asia, sedangkan Paparan Sahul merupakan bagian dari Australia.

      Pengertian zona ekonomi eksklusif (ZEE) adalah suatu lingkungan ekonomi yang diperuntukkan secara eksklusif bagi negara pantai. Berapa lebar batas zona ekonomi eksklusif? Batas zona ekonomi eksklusif terdapat pada jalur laut lepas selebar 200 mil, diukur dari garis dasar.

      Jalur zona ekonomi eksklusif bukan merupakan bagian wilayah negara pantai seperti Indonesia, melainkan hanya memiliki dan dapat menggunakan khusus bagi kesatuan kepentingan ekonomi yang terdapat di jalur tersebut. Jalur zona ekonomi eksklusif itu sendiri tetap merupakan milik internasional dan tetap tunduk pada hukum internasional.

      Daftar Pustaka : Rogers Pakpahan, Losina Purnastuti, Aman, Ignatius Kingkin T. 2010. IPS untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional.

      Materi Lainnya:

      Jarak Batas Wilayah Teritorial Laut Indonesia


      laut perairan Indonesia [image by Majalahbatu.com], 

      Tahukah kalian, bahwa sekitar dua per tiga luas Indonesia terdiri dari laut atau samudra. Laut merupakan faktor fisik yang dominan yang membentuk tanah air kita. Pada awalnya, luas perairan laut Indonesia dihitung tiga mil laut (5,4 km) dari pantai. Hal ini berlaku secara internasional. Lewat batas ini, laut merupakan laut bebas. Cara ini jelas merugikan Negara kepulauan seperti Indonesia.


      Sejak 1957, Pemerintah Indonesia berupaya untuk mengubah batas itu dan dicetuskan Deklarasi Juanda, selanjutnya menjadi Wawasan Nusantara. Isi dari Deklarasi Juanda adalah Indonesia merupakan satu kesatuan wilayah dan perairan laut merupakan unsur pemersatu dengan batas wilayah teritorial laut 12 mil. Upaya ini berhasil disahkan pada konvensi Hukum Laut PBB pada tahun 1982.

      Daftar Pustaka : Rogers Pakpahan, Losina Purnastuti, Aman, Ignatius Kingkin T. 2010. IPS untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional.

      Materi Lainnya:

      Keadaan Alam Indonesia Bagian Barat, Tengah Dan Timur


      Gambar : Peta Indonesia [Image by www.indonesia.go.id], 

      Keadaan Alam Indonesia Bagian Barat, Tengah Dan Timur ~ Secara geologis, bentuk muka bumi Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Indonesia Bagian Barat, Indonesia Bagian Tengah, dan Indonesia Bagian Timur. Berikut keadaan alam setiap bagiannya :


      Keadaan Alam Indonesia Bagian Barat

      Indonesia Barat termasuk Dangkalan Sunda, terdiri dari Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau di sekitarnya, serta daerah landas kontinen Asia. Ciri khas Pulau Sumatra adalah bagian tengah merupakan deretan pegunungan (Bukit Barisan), bagian barat adalah dataran sempit dan bagian timur dengan dataran rendah (aluvial). Bukit Barisan merupakan deretan gunung aktif, terdapat lembah patahan dan danau.

      Ciri khas Pulau Jawa adalah pada bagian tengah dan selatan terdapat daerah pegunungan muda. Di antara pegunungan terdapat dataran tinggi. Ciri khas Pulau Kalimantan adalah bagian tengah merupakan deretan pegunungan tua dan dataran, terletak di daerah pantai berupa rawa-rawa.

      Keadaan Alam Indonesia Bagian Tengah

      Nusa Tenggara terdiri dari Pulau Bali, Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Komodo, Pulau Roti, Timor, dan pulau-pulau di sekitarnya. Ciri khas Nusa Tenggara adalah pulau-pulau relatif kecil dan merupakan lanjutan Pegunungan MudaMediterania.

      Bentuk Pulau Sulawesi merupakan empat semenanjung, yang ditempati deretan pegunungan tinggi dan bertemu di Sulawesi Tengah. Deretan pegunungan merupakan kelanjutan dari Sirkum Pasifik.

      Ciri khas Maluku terdiri dari pulau-pulau kecil yang dipisahkan oleh laut dalam, misalnya Kepulauan Halmahera, Sula, Buru, Seram, dan Kai. Maluku merupakan tempat pertemuan dua deretan pegunungan muda dunia hingga semua gunung di Maluku merupakan gunung api aktif. Wilayah dataran merupakan dataran sempit yang terdapat di pantai, sedangkan di bagian dalam/tengah merupakan daerah.

      Keadaan Alam Indonesia Bagian Timur

      Indonesia timur merupakan dataran dengan deretan pegunungan dan laut dangkal, disebut Paparan Sahul. Wilayahnya terdiri dari Pulau Irian (Papua), Kepulauan Aru, dan pulau-pulau di sekitarnya. Ciri khas dari Papua ialah pada bagian tengah terdapat deretan pegunungan dengan ketinggian yang sudah melampaui batas salju sehingga di daerah itu terdapat salju abadi.

      Daftar Pustaka : Rogers Pakpahan, Losina Purnastuti, Aman, Ignatius Kingkin T. 2010. IPS untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional.

      Materi Lainnya:

      Pengertian Telegrafis Transfer dan Letter of Credit (L/C) Sebagai Alat Pembayaran Internasional


      ilustrasi pembayaran internasional [image by tribunhariini.com], 

      Pembayaran internasional adalah transaksi keuangan antarnegara atas perdagangan barang atau jasa, yang melibatkan konversi mata uang. Terdapat beberapa alat pembayaran untuk pembayaran internasional, diantaranya ialah Telegraphic Transfer (TT/Transfer Telegrafik) dan Letter of Credit (L/C).


      Telegrafis Transfer  yaitu pembayaran melalui telegram atau teleks yang dilakukan oleh bank dalam negeri kepada bank luar negeri atau permintaan seseorang. Letter of Credit (L/C) adalah surat yang dikeluarkan oleh suatu bank atas permintaan nasabahnya (importir) yang ditujukan kepada penerima (eksportir) di luar negeri yang menjadi relasi importir tersebut.

      Dengan surat tersebut eksportir mempunyai ak untu menarik wesel. Bank bersangkutan menjamin untuk menerima atau untuk menguangkan wesel yang ditarik asalkan memenuhi syarat-syarat yang ada didalam surat tersebut.

      Sumber pustaka : Syafril, Djasni S. 1999, Wahyu W.Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi. Jakarta : Bumi Aksara.

      Materi Lainnya:

      Letak Astronomis, Letak Geologis dan Letak Geografis Indonesia


      Gambar : Peta Ragkaian Pegunungan di Indonesia [Image by brainly.co.id], 

      Lokasi Indonesia dapat dilihat dari segi letak absolut (site) dan letak relatif (situation). Lokasi absolut Indonesia, yaitu letaknya di muka bumi, sedangkan lokasi relatifnya adalah letak Indonesia dengan kondisi wilayah di sekitar Indonesia. Letak Indonesia dapat ditinjau dari segi letak astronomis, letak geologis, dan letak geografis.


      Letak Astronomis

      Apa yang dimaksud dengan letak astronomis? Letak astronomis adalah letak suatu wilayah berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Di manakah letak astronomis Indonesia? Letak astronomis Indonesia antara 6° LU—11° LS dan antara 95° BT—141° BT. Wilayah atau pulau paling barat adalah Pulau Rondo (dekat Pulau We) dan paling timur adalah garis perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini di Provinsi Papua.

      Sementara wilayah paling utara adalah Pulau Rondo dan paling selatan Pulau Rote. Akibat dari letak garis bujur tersebut maka Indonesia terbagi menjadi tiga daerah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT).

      Letak Geologis

      Apakah letak geologis itu? Letak geologis adalah letak Indonesia ditinjau dari sudut formasi geologi, keadaan batuan, dan jalur pegunungan. Indonesia terletak di dua daerah deretan pegunungan muda dunia, yaitu Pegunungan Muda Mediterania dan Sirkum Pasifik.

      Pegunungan Mediterania melalui Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, dan berakhir di Maluku, sedangkan Sirkum Pasifik dimulai di Pulau Sulawesi (sebagai kelanjutan dari Filipina) dan bertemu dengan Pegunungan Mediterania. Lokasi pertemuan kedua system pegunungan muda dunia diperkirakan di Kepulauan Sula Maluku.

      Letak geografis adalah letak suatu wilayah berdasarkan posisi relatif suatu wilayah di antara wilayah lain di sekitarnya. Secara geografis, di mana letak Indonesia? Indonesia terletak di antara dua benua (Benua Asia dan Benua Australia) dan dua samudra (Samudra Hindia dan Samudra Pasifik).

      Berapa luas wilayah Indonesia? Luas wilayah daratan Indonesia 18.954 km2, sedangkan luas lautan sesuai dengan batas territorial 3.257.357 km2. Jumlah pulau Indonesia 17.508 pulau. Pulau yang sudah diberi nama sekitar 44%, sedangkan yang sudah didiami penduduk sekitar 7%.

      Daftar Pustaka : Rogers Pakpahan, Losina Purnastuti, Aman, Ignatius Kingkin T. 2010. IPS untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional.

      Materi Lainnya: