Manfaat Meminum Kopi Untuk Kesehatan


Kopi merupakan minuman yang selalu menemani kita dalam segala keadaan maupun waktu, minuman ini biasa diminum pada pagi hari, siang hari, bahkan pada malam hari serta pada waktu berbincang dengan teman. Selain itu sekarang ini terdapat banyak sekali fariasi dari minuman kopi, bahkan sekarang lagi ramenya kasus kopi dicampur dengan sianida.

Walaupun dalam beberapa penelitian banyak yang mengatakan bahwa mengkonsumsi kopi tidak baik untuk kesehatan, akan tetapi ternyata dalam sebuah penelitian lainnya membuktikan bahwa meminum kopi memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.


Berikut ini beberapa manfaat dari meminum kopi bagi kesehatan, seperti yang dikutip dari Harpersbazaar dan lifestyle.okezone.com.

Melindungi dari diabetes tipe 2

Sebuah studi dari Harvard menemukan, peningkatan konsumsi kopi menurunkan risiko diabetes tipe 2 sampai 11 persen. Tapi, sebaiknya minum kopi tidak lebih dari 2-3 cangkir sehari agar tetap sehat secara keseluruhan.

Meningkatkan metabolisme tubuh

Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa kafein meningkatkan metabolisme 3-10 persen. Bahkan, banyak studi telah mengklaiim bila kafein dapat meningkatkan pembakaran lemak higga 29 persen. Minum minuman berkafein sebelum berolahraga juga akan meningkatkan kinerja dengan membangkitkan adrenalin dalam darah.

Melindungi jantung

Meskipun beberapa studi masih bertentangan dengan ini, analisis Harvard dari 36 studi menemukan, kopi sebenarnya bisa melindungi Anda terhadap penyakit kardiovaskular. Anda dapat memperoleh manfaatnya dengan meminumnya tak lebih dari 3 cangkir.

Mengurangi risiko terkena kanker

Minum kopi melindungi Anda dari beberapa jenis kanker. Sebut saja, kanker payudara, kulit, prostat, dan kanker otak.

Mencegah penyakit Parkinson

Beberapa penelitian selama bertahun-tahun menunjukkan, hubungan terbalik antara konsumsi kopi dan risiko mengembangkan penyakit Parkinson. Studi paling terkenal di tahun 2001, menunjukkan bahwa minum 4-5 cangkir kopi setiap hari mengurangi risiko Parkinson hingga hampir 50 persen.

Melindungi Anda dari depresi

Sebuah studi tahun 2011 menemukan, minum kopi 2-4 cangkir sehari dapat menurunkan risiko mengalami depresi pada perempuan. Sedangkan, sebuah studi dua tahun kemudian menemukan, orang yang minum 2-4 cangkir kopi memiliki risiko 50 persen lebih rendah melakukan bunuh diri.

Kopi membuat Anda lebih pintar

Ini bukan imajinasi, Anda benar-benar memiliki pemikiran yang tajam setelah minum secangkir kopi di pagi hari. Setelah kafein diserap ke dalam aliran darah, maka akan memicu pelepasan neurotransmitter seperti dopamin, yang pada akhirnya menyebabkan peningkatkan neuron. Kondisi ini meningkatkan mood, energi, reaksi dan fungsi otak secara umum.

Materi Lainnya:

Alasan Utama Kenapa Manajemen Dibutuhkan Menurut T. Hani Handoko


Manajemen adalah suatu keahlian atau teknik untuk merencana kan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengawasi peng gunaan sumber daya secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan.

Sedangkan menurut Drs. Manullang, manajemen adalah seni dan ilmu pencatatan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, pengawasan (pengontrolan) sumber daya manusia dan sumber daya alam (terutama sumber daya manusia) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu.


Pada dasarnya semua organisasi membutuhkan manajemen. Dalam organisasi modern seperti saat sekarang peranan manajemen sangat penting karena tanpa manajemen semua rencana yang telah ditetapkan tidak bisa terlaksana dengan baik. Menurut T. Hani Handoko terdapat tiga alasan utama mengapa manajemen dibutuhkan.

  1. Untuk mencapai tujuan. Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan, baik perusahaan maupun pribadi.
  2. Untuk menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan. Tujuan yang terdapat dalam satu organisasi tidak hanya satu melainkan mencakup banyak tujuan, baik tujuan pribadi maupun kelompok. Manajemen membantu menciptakan keseimbangan di antara tujuan-tujuan tersebut.
  3. Untuk mencapai efisien dan efektivitas. Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. Sementara efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sumber referensi: Ekonomi 3 : Untuk SMA dan MA Kelas XII/ penulis, Yuli eko .-- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Materi Lainnya:

Fungsi-Fungsi Manajemen Menurut Beberapa Ahli


Menurut James S.F. Stoner, manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pengertian dari manajemen diatas sama dengan fungsi dari manajemen. Fungsi manajemen adalah tujuan dari aktivitas manajemen yang diinginkan atau dicapai oleh manajer. Beberapa ahli yang menjelaskan fungsi-fungsi manajemen sebagai berikut.


Fungsi manajemen menurut GR. Terry dalam bukunya Principle of Management, yaitu sebagai berikut:

  • Planning
  • Organizing
  • Actuating
  • Controlling

Fungsi manajemen menurut Henry Fayol dalam bukunya General and Industrial Management, yaitu sebagai berikut:

  • Planning
  • Organizing
  • Commanding
  • Coordinating
  • Controlling

Fungsi manajemen menurut Koontz dan O’Donnel dalam bukunya Principle of Management, yaitu sebagai berikut:

  • Planning
  • Staffing
  • Actuating
  • Directing
  • Controlling

Fungsi manajemen menurut Prof. Dr. S.P. Siagian dalam bukunya Filsafat Administrasi, yaitu sebagai berikut:

  • Planning
  • Organizing
  • Motivating
  • Controlling
  • Evaluating (penilaian)

Secara umum fungsi-fungsi manajemen tersebut di atas mempunyai kesamaan yaitu fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Fungsi-fungsi manajemen di atas adalah universal dan digunakan untuk perusahaan-perusahaan besar, kecil, maupun multinasional, organisai kemasyarakatan, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dibahas tentang fungsi-fungsi manajemen.

Sumber referensi: Ekonomi 3 : Untuk SMA dan MA Kelas XII/ penulis, Yuli eko .-- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Materi Lainnya:

Karakteristik Wirausaha Menurut Beberapa Ahli


Menurut Joseph A. Schumpeter, wirausaha adalah orang yang selalu mencoba dan melakukan kemungkinan peluang bisnis baru yang belum pernah dicoba sebelumnya. Yang termasuk peluang adalah membuat produk baru atau membuat produk lama dengan cara baru, atau mengorganisasi ulang industri lama lalu membuka pasar baru, atau mengeksploitasi penemuan baru.

Seorang wirausahawan akan berhasil berwirausaha jika mempunyai beberapa karakteristik, yaitu percaya pada diri sendiri, mampu memecahkan masalah, memiliki prestasi tinggi, berani mengambil resiko, mampu mengendalikan emosi, memiliki tingkat energi yang tinggi, memiliki kreativitas tinggi, memiliki keberanian untuk berinisiatif, dan berani menaggung resiko.


Selain karakteristik wirausaha yang telah dikemukakan diatas, terdapat pula beberapa karakteristik yang dikemukakan oleh beberapa ahli diantaranya Dan Steinhoff dan John. F. Burgess, serta M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer.

Menurut Dan Steinhoff dan John. F. Burgess beberapa karakteristik yang diperlukan untuk menjadi wirausaha yang berhasil meliputi:

  1. Memiliki visi dan tujuan usaha yang jelas
  2. Bersedia menanggung resiko waktu dan uang
  3. Berencana, mengorganisir
  4. Kerja keras sesuai dengan tingkat urgensinya
  5. Mengembangkan hubungan dengan pelanggan, pemasok, pekerja dan yang lainnya
  6. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan.

Menurut M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer beberapa karakteristik wirausahawan yang berhasil, di antaranya memiliki ciri-ciri:

  1. Proaktif, yaitu berinisiatif dan tegas (assertiveness)
  2. Berorientasi pada prestasi, yang tercermin dalam pandangan dan bertindak (“sees and acts”) terhadap peluang, orientasi efisiensi, mengutamakan kualitas pekerjaan, berencana dan mengutamakan monitoring
  3. Komitmen kepada orang lain, misalnya dalam mengadakan kontrak hubungan bisnis.

Sumber referensi: Ekonomi 3 : Untuk SMA dan MA Kelas XII/ penulis, Yuli eko .-- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Materi Lainnya:

Penjelasan Tentang Kedaulatan Kedalam dan Kedaulatan Keluar Pada Suatu Negara


Apakah teman-teman sering mendengar kata daulat? setidaknya kata ini sering kali dibaca dalam upacara setiap hari senin karna kata ini terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Sebelum kita masuk ke topik pembahasan kita tentang pengertian kedaulatan kedalam dan kedaulatan keluar, kita perlu tahu dulu apa sih arti kata daulat?

Kata kedaulatan berasal dari bahasa arab, yaitu ”daulah” yang artinya kekuasaan tertinggi. Pengertian kedaulatan itu sendiri adalah kekuasaan yang tertinggi untuk membuat undang-undang dan melaksanakannya dengan semua cara yang tersedia. Oleh karena itu, kedaulatan rakyat membawa konsekuensi, bahwa rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.


Nah, udah tau dong apa itu daulat? ternyata kedaulatan atau kekuasaan tertinggi suatu negara terdiri atas dua bentuk loh, yaitu kedaulatan ke dalam dan kedaulatan ke luar. Apa sih arti dari kedua bentuk kedaulatan tersebut? simak penjelasannya berikut ini.

Kedaulatan ke dalam, berarti bahwa bangsa yang merdeka memiliki kekuasaan untuk menyusun dan mengatur organisasi pemerintahan sendiri menurut kehendak bangsanya sendiri, serta kekuasaan untuk mengelola semua yang ada di wilayahnya yang mengandung sumber daya alam baik di darat, laut, maupun udara, untuk kemakmuran rakyatnya tanpa campur tangan negara lain berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kedaulatan ke luar, berarti mempunyai kekuasaan untuk berhubungan dan bekerja sama dengan bangsa lain tanpa terikat oleh kekuasaan lain. Contoh pelaksanaan kedaulatan ke luar, antara lain mengadakan perjanjian dengan negara lain, menyatakan perang atau perdamaian, ikut serta dalam organisasi internasional, dan sebagainya.

Sumber pustaka: Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk SMP/MTs Kelas IX/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.

Materi Lainnya:

Ciri-Ciri Dari Sistem Politik Otokrasi Tradisional Menurut Ramlan Surbakti


Menurut Rusadi Kantaprawira, sistem politik merupakan berbagai macam kegiatan dan proses dari struktur dan fungsi yang bekerja dalam suatu unit dan kesatuan yang berupa negara atau masyarakat. Terdapat beberapa sistem politik yang dikenal, salah satunya ialah sistem politik otokrasi tradisional.

Sistem otoraksi tradisional merupakan struktur politiknya bersifat pemerintahan politik yang berbeda-beda dan merupakan suatu kebudayaan subjek. Sistem otokrasi tradisional mempunyai beberapa ciri-ciri yang perlu untuk diketahui.


Dalam bukunya Memahami Ilmu Politik (1992), Ramlan Surbakti menguraikan ciri-ciri dari Sistem Politik Otokrasi Tradisional, yaitu sebagai berikut:

  1. Tidak ada persamaan, tetapi stratifikasi ekonomi.
  2. Kebebasan individu kurang dan lebih menekankan perilaku kelompok kecil berdasar hubungan kekerabatan.
  3. Adanya sistem primordial yang kuat seperti agama, suku bangsa, dan ras.
  4. Kekuasaan bersifat pribadi (raja), negatif, dan bersifat konsensus.
  5. Kewenangan bersumber pada tradisi atau keturunan.

Itulah penjelasan singkat tentang ciri-ciri sistem politik otokrasi tradisional, nah jika adik-adik mendapatkan pertanyaan berupa sebutkan ciri sistem politik tradisional? atau tuliskan ciri sistem politik otokrasi tradisional? Jawabannya bisa dilihat pada penjelasan diatas.

Materi Lainnya:

Desentralisasi Fungsional Menurut Amran Muslimin


Mungkin teman-teman semua sering mendengar istilah Desentralisasi, biasanya istilah ini digunakan dalam bidang pemerintahan dimana pemerintah pusat memberikan sebagian wewenang dan tanggung jawab kepada daerah untuk megurusi daerahnya.


Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya desentraliasai ini, salah satunya ialah dengan adanya desentralisasi asas demokrasi dapat lebih berkembang karena masing-masing daerah dapat menentukan kebijaksanaannya sendiri sepanjang tiadak melanggar undang-undang atau aturan pemerintah usat atau yang diatasnya.

Menurut Amran Muslimin (2009:120), desentralisasi dibedakan atas 3 (tiga) bagian salah satunya yitu desentralisasi fungsional. Apa itu desentralisasi fungsional?

Desentralisasi fungsional adalah pemberian hak kepada golongan-golongan tertentu untuk mengurus segolongan kepentingan tertentu dalam masyarakat baik terikat maupun tidak pada suatu daerah tertentu, seperti mengurus irigasi bagi petani, serta perbaikan jalan bagi pengguna jalan.

Materi Lainnya:

Pengelompokan Tenaga Kerja Berdasarkan Kualitasnya


Salah satu yang termasuk sebagai faktor produksi ialah tenaga kerja. Pada umumnnya sumber daya manusia atau tenaga kerja dapat dikelompokan menjadi dua golongan yaitu tenaga kerja berdasarkan sifatnya dan tenaga kerja berdasarkan kualitanya.

Berdasarkan kualitasnya, tenaga kerja berdasarkan kualitasnya terdiri atas tiga kelompok yaitu tenaga kerja yang terdidik, tenaga kerja yang terlatih, dan tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terlatih. Apa yang dimaksud dengan ketiga jenis tenaga kerja berdasarkan kualitasnya tersebut? Berikut ini penjelasannya.


Tenaga Kerja yang Terdidik

Tenaga kerja terdidik memiliki pendidikan yang menjadi syarat untuk menekuni suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Contohnya: untuk menjadi pengacara, seseorang harus berkuliah di jurusan hukum terlebih dahulu.

Tenaga Kerja Terlatih

Tenaga kerja terlatih biasanya memiliki keterampilan tertentu yang diperolehnya dari pengalaman kerja atau dari pelatihan khusus. Contoh sumber daya yang terlatih adalah montir, sopir, dan pesulap.

Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih

Tenaga kerja ini mengerjakan pekerjaan yang tidak membutuhkan pendidikan atau pengalaman praktik di lapangan. Contohnya petugas kebersihan.

Itulah penjelasan singkat mengenai ketiga jenis tenaga kerja berdasarkan kualitasnya. Semoga penjelasan singkat tersebut dapat membantu dan menambah pengetahuan kita semua.

Materi Lainnya:

Tipe Vegetasi yang Mendominasi Wilayah Sumatera dan Kalimantan


Indonesia terkenal akan keanekaragaman hayatinya, tidak kurang berbagai jenis spesies hewan dan tumbuhan ada di Indonesia dan beberapa diantaranya adalah endemik atau hanya bisa didapat di Indonesia. Persebaran flora atau tumbuhan di Indonesia dapat kita bagi berdasarkan kawasannya, salah satunya ialah Sumatera-Kalimantan.

Sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan merupakan wilayah iklim hutan hujan tropis atau tipe Af berdasarkan klasifikasi Iklim Koppen. Iklim di wilayah ini dicirikan dengan adanya tingkat kelembapan udara dan curah hujan yang selalu tinggi sepanjang tahun.


Oleh karena itu, tipe vegetasi yang mendominasi wilayah ini ialah hutan hujan tropis, yaitu tipe hutan lebat dengan jenis tumbuhan yang sangat heterogen. Pohon-pohonnya tinggi dan sangat rapat, di bawahnya ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan yang lebih rendah dan tanahnya ditumbuhi perdu dan rumput-rumputan sebagai penutup.

Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra-Kalimantan adalah tumbuhan meranti (dipterocarpus), berbagai jenis epifit, seperti anggrek, berbagai jenis lumut, cendawan (jamur), dan paku-pakuan, serta tumbuhan endemik yang sangat langka, seperti Rafflesia arnoldi yang penyebarannya hanya di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan dari mulai Nanggroe Aceh Darussalam sampai Lampung.

Kini jenis-jenis flora atau tumbuha-tumbuhan khas sumatera dan kalimantan terancam punah sebab kawasan hutan semakin berkurang karena pembalakan liar serta pembukaan perkebunan-perkebunan berskala besar. Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah flora atau tumbuh-tumbuhan ini dari kepunahan?

Sumber pustaka : Geografi 2 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial / penulis, Hartono ; editor, Toni Kurniawan . -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Materi Lainnya:

Jenis Vegetasi yang Mendominasi Wilayah Jawa dan Bali


Secara garis besar flora di Indonesia terbagi menjadi empat kawasan, sebelumnya kita telah membahas persebaran flora di kawasan sumatera - kalimantan, kini kita akan membahas persebaran flora di kawasan jawa - bali.

Bukan rahasia umum lagi jika pulau Jawa dan Bali merupakan pulau yang mempunyai kepadatan yang sangat tinggi di Indonesia, hal itu sangat mengancam keberadaan hutan yang ada di kedua pulau tersebut yang menjadi rumah dari tumbuhan-tumbuhan khas dari Jawa dan Bali.


Kondisi iklim kawasan Pulau Jawa sangat bervariasi dengan tingkat curah hujan dan kelembapan udara semakin berkurang ke arah timur. Wilayah Jawa Barat didominasi oleh Tipe Iklim Hutan Hujan Tropis (Af) dan Iklim Musim Tropis (Am). Semakin ke timur, tipe iklim bergeser ke arah tipe iklim yang lebih rendah curah hujannya. Akhirnya ditemui beberapa wilayah Iklim Sabana Tropik (Aw) di Pulau Bali. Keadaan ini membawa pengaruh terhadap pola vegetasi alam yang ada.

Kawasan hutan hujan tropis di wilayah ini sebagian besar terdapat di Jawa Barat, seperti di Gede-Pangrango, Cibodas, dan Pananjung. Adapun wilayah utara Pulau Jawa yang memanjang mulai dari Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah, sampai Jawa Timur merupakan kawasan hutan musim tropis yang meranggas atau menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Jenis flora khas hutan musim tropis antara lain pohon jati.

Jenis vegetasi yang mendominasi wilayah Jawa bagian timur dan Pulau Bali adalah vegetasi sabana tropis. Wilayah-wilayah pegunungan yang cukup tinggi di Pulau Jawa maupun di Pulau Bali banyak ditutupi oleh vegetasi hutan pegunungan tinggi.

Walaupun tak seluas hutan di kawasan sumatera dan kalimantan, hutan di jawa dan bali masih dapat kita lihat karena banyaknya kawasan-kawasan taman nasional serta cagar alam yang dibuka untuk melindungi kawasan hutan beserta isinya dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Sumber pustaka : Geografi 2 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial / penulis, Hartono ; editor, Toni Kurniawan . -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Materi Lainnya:

Corak Vegetasi di Kepulauan Wallacea dan Papua


Indonesia merupakan suatu negara berbentuk kepulauan yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Kondisi wilayah yang berbentuk pulau-pulau dan dikelilingi oleh laut mengakibatkan keadaan flora di Indonesia menjadi sangat beragam.

Keadaan flora di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi dua subregion, yaitu subregion Indonesia-Malaysia di wilayah Indonesia Barat dan subregion Australia di wilayah Indonesia Timur. Secara garis besar, flora Indonesia terdiri atas empat kawasan flora, yaitu Flora Sumatra-Kalimantan, Flora Jawa-Bali, Flora Kepulauan Wallacea, dan Flora Irian Jaya (Papua).


Wilayah Kepulauan Wallacea adalah pulau-pulau di wilayah Indonesia bagian tengah yang terdiri atas Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan Kepulauan Maluku. Wilayah-wilayah ini memiliki sifat iklim yang lebih kering dan kelembapan udara yang lebih rendah di banding kan dengan wilayah-wilayah Indonesia lainnya.

Corak vegetasi yang terdapat di Kepulauan Wallacea meliputi:

  1. Vegetasi sabana tropis di wilayah Nusa Tenggara;
  2. Vegetasi hutan pegunungan di wilayah pegunungan yang terletak di Pulau Sulawesi;
  3. Vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku, yang terdiri atas berbagai jenis rempah-rempah (pala, cengkih, kayu manis), kenari, kayu eboni, dan lontar sebagai tanaman khas di daerah ini.

Kondisi iklim Papua (Irian Jaya) sebagian besar merupakan tipe hutan hujan tropis atau Af sehingga jenis vegetasi yang menutupi kawasan tersebut adalah hutan hujan tropis. Berbeda dengan wilayah Indonesia bagian barat, vegetasi di wilayah ini memiliki corak hutan hujan tropis tipe Australia Utara, dengan jenis flora yang khas yaitu ekaliptus.

Wilayah pegunungan Jaya Wijaya ditumbuhi jenis vegetasi pegunungan tinggi, sedangkan di daerah pantai banyak dijumpai vegetasi hutan bakau (mangrove).

Sumber pustaka : Geografi 2 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial / penulis, Hartono ; editor, Toni Kurniawan . -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Materi Lainnya:

Fungsi Fungsi Garis Bujur (Meridian) Pada Peta


Garis bujur adalah garis khayal di permukaan bumi yang menghubungkan Kutub Utara dengan Kutub Selatan. Garis bujur 0° yang melewati kota Greenwich dekat London (Inggris) disepakati sebagai meridian utama dan dijadikan pedoman internasional dalam penentuan waktu di berbagai tempat yang berbeda di permukaan bumi.

Garis bujur dibagi dua yaitu garis bujur timur dan garis bujur barat. garis bujur timur, ialah garis yang berada di sebelah timur garis meridian utama besarnya 0 – 180°. Sedangkan garis bujur barat, ialah garis bujur yang berada di sebelah barat garis meridian utama besarnya 0 – 180°. Garis bujur (meridian) pada peta berfungsi untuk:

  1. Menentukan letak suatu tempat di permukaan bumi,
  2. Menentukan waktu suatu tempat di permukaan bumi,
  3. Memperagakan gerak rotasi bumi,
  4. Memperagakan terjadinya siang dan malam sebagai akibat rotasi bumi dan penyinaran matahari,
  5. Memperagakan proses terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan,
  6. Mengetahui proses perubahan musim berdasarkan perubahan gerakan semumatahari terhadap bumi,
  7. Menentukan pembagian waktu di bumi berdasarkan garis bujurnya,
  8. Mengetahui pembagian iklim di permukaan bumi berdasarkan garis lintangnya, dan
  9. Membandingkan luas daratan dan lautan di permukaan bumi.

Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Materi Lainnya:

Jenis Atlas Berdasarkan Isi yang Terkandung Didalamnya


Atlas adalah kumpulan berbagai macam peta yang disusun secara sistematis dalam bentuk buku. Peta-peta yang disusun dalam atlas didasarkan pada alur informasi yang utuh dari berbagai kenampakan alami atau budaya yang ada di suatu wilayah.

Pengelompokan jenis atlas biasanya didasarkan pada isi yang terkandung pada peta-peta yang ditampilkan. Beberapa jenis atlas antara lain.


Atlas Wilayah

Atlas wilayah adalah atlas yang menyajikan informasi unsur-unsur geografi umum baik alamiah maupun budaya suatu wilayah. Beberapa contoh atlas wilayah:

  • Atlas Nasional, menyajikan informasi geografis dan data yang terdapat pada wilayah negara tertentu yang dilengkapi dengan peta tiap-tiap propinsi.
  • Atlas Regional, menyajikan informasi geografi dan data dari beberapa negara dalam satu kawasan tertentu maupun dalam kawasan benua.
  • Atlas Dunia, menyajikan informasi geografi dan data yang terdapat pada benua–benua beserta negara-negara di dunia.

Atlas Tematik

Atlas tematik adalah atlas yang menyajikan informasi tema tertentu yang sifatnya khusus. Beberapa contoh atlas tematik yaitu atlas anatomi, atlas patologi, atlas histologi (berisi gambar-gambar bagian tubuh dan sel-sel manusia yang diperlukan di bidang kedokteran) dan atlas geologi, (berisi informasi tentang berbagai batuan atau mineral yang terdapat di bumi), atlas sejarah, dan lain-lain.

Atlas Semesta

Atlas semesta adalah atlas yang menyajikan informasi keadaan jagat raya berupa peta langit, susunan tata surya, rasi bintang, dan galaksi.

Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Materi Lainnya:

Pengertian Tenaga Endogen dan Tenaga Eksogen Sebagai Pembentuk Permukaan Bumi


Bentuk permukaan bumi yang bentuknya bervariasi disebut dengan relief permukaan bumi. Bentuk relief permukaan bumi tidak tetap, tetapi selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan relief permukaan bumi terjadi karena adanya tenaga geologi, yaitu tenaga pembentuk muka bumi dari dalam (endogen) dan tenaga pembentuk dari luar (eksogen).


Tenaga endogen merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi membentuk relief yang sifatnya membangun. Yang termasuk ke dalam tenaga membangun adalah Gerak Tektonik (Tektogenesis), Vulkanisme, dan Gempa Bumi (Seisme).

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi yang sifatnya merusak. Pelapukan, erosi, dan sedimentasi merupakan tenaga eksogen yang ketiganya bersifat merusak permukaan bumi sehingga menghasilkan bentukan-bentukan baru pada relief permukaan bumi.

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap proses pelapukan, erosi, dan sedimentasi antara lain air, sinar matahari, cuaca (suhu, tekanan dan kelembapan udara, angin, curah hujan), gletser serta organisma yang bekerja bersama-sama atau secara terpisah dalam proses denudasi. Denudasi adalah proses erosi lanjut yang menyebabkan tersingkapnya induk batuan setempat.

Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Materi Lainnya:

Macam-Macam Bentuk Pantai


Terkadang orang mengartikan istilah pantai sama dengan pesisir. Padahal, yang dimaksud dengan pantai adalah daerah yang meliputi pesisir sampai daerah yang lebih jauh ke arah daratan, meskipun batasnya masih kurang jelas.

Sedangkan pesisir, merupakan daerah pertemuan daratan dengan lautan, dimulai dari batas air laut pada saat pasang surut terendah menuju ke arah darat sampai batas tertinggi yang mendapat pengaruh gelombang pada waktu badai. Oleh karena itu, pesisir merupakan bagian dari pantai.


Berdasarkan bentuknya, pantai dibedakan menjadi 4 macam, yaitu sebagai berikut:

  1. Pantai landai, yaitu pantai yang memiliki topografi hampir datar, contohnya pantai Parangtritis dan pantai Pangandaran
  2. Pantai curam, yaitu pantai yang topografinya bergunung-gunung, karena hantaman ombak yang besar, terbentuklah tebing-tebing yang curam dan laut yang dalam. Contoh: pantai selatan Pulau Jawa dan pantai barat Pulau Sumatra.
  3. Pantai bertebing, yaitu pantai yang curam di muka tebingnya, akibat abrasi. Hasil abrasi diendapkan di sekitarnya sehingga lautnya dangkal. Pantai ini disebut pula flaise.
  4. Pantai karang, yaitu pantai yang di sepanjangnya terdapat batu-batu atau pulau-pulau karang. Contoh: pantai Maluku, pantai Nusa Tenggara, dan pantai Sulawesi.

Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Materi Lainnya:

Batas dan Keadaan Alam Negara India


Luas wilayah negara India yang berupa semenanjung ini adalah 3.316.500 km2. Secara astronomis India terletak pada 8 °LU – 37 ° LU dan 18 °BT – 97 °BT. Batas-batas Negara India adalah sebagai berikut.

  • Sebelah utara berbatasan dengan Nepal, Bhutan, dan Cina.
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Sri Lanka dan Samudra Hindia.
  • Sebelah timur berbatasan dengan Bangladesh, Myanmar, dan Teluk Benggala.
  • Sebelah barat berbatasan dengan Pakistan dan Laut Arab.


Berdasarkan bentang alamnya India dapat dibagi atas tiga daerah, yaitu daerah pegunungan Himalaya, dataran rendah Gangga, dan semenanjung bagian selatan.

Daerah Pegunungan Himalaya, Terdiri atas deretan pegunungan dengan dataran tinggi dan lembah besar, di antaranya Dataran Tinggi Kashmir dan Lembah Kulu.

Dataran Rendah Gangga, Daerah ini terbentuk oleh Sungai Indus, Sungai Gangga, dan Sungai Brahmana. Daerah ini merupakan daerah aluvial dengan permukaan sangat datar. Lembah Sungai Gangga merupakan daerah pertanian yang terpenting di India karena dasar lembah ini merupakan akumulasi pasir dan tanah liat, dan merupakan daerah subur.

Semenanjung Bagian Selatan, Daerah ini umumnya terdiri atas perbukitan dan pegunungan. Tanaman terpenting di daerah ini adalah gandum dan kapas. Di bagian timur terdapat dataran tinggi yang banyak mengandung mineral. Daerah di bagian barat Dekan merupakan plato tanah hitam banyak ditanami sorgum dan kapas. Pantai barat merupakan jalur dataran rendah dan jalur lereng tebing yang sempit.

Penduduk India tergolong dalam ras Kaukasoid dan biasanya disebut orang Arya. Dalam hal bahasa, India mengenal lebih dari 850 bahasa, namun yang digunakan sebagai bahasa resmi adalah Bahasa Hindi. India merupakan negara yang kaya dengan peninggalan-peninggalan budaya masa lalu, serta memiliki beberapa kota suci.

Sumber pustaka: Geografi 3 : Untuk SMA/MA Kelas XII/ Oleh Danang Endarto (BSE Departemen Pendidikan Nasional.

Materi Lainnya:

Batas Negara dan Keadaan Wilayah Amerika Serikat


Amerika Serikat terletak di Benua Amerika, dengan ibu kota negara Washington DC. Negara federal ini terdiri atas 48 negara bagian yang berdampingan dan 2 negara bagian yang terpisah, yaitu Alaska dan Hawaii. Luas wilayahnya adalah 9.371.829 km Persegi . Batas-batas wilayah Amerika Serikat adalah sebagai berikut.

  • Sebelah utara berbatasan dengan Kanada.
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Meksiko dan Meksiko.
  • Sebelah timur berbatasan dengan Samudra Atlantik.
  • Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Pasifik.


Secara geografis, terdapat berbagai variasi di wilayah Amerika Serikat. Negara bagian Alaska yang terpisah dan terletak di kawasan paling utara memiliki ciriciri geografis tersendiri dan berbeda dengan 48 negara bagian lainnya. Alaska adalah wilayah negara bagian Amerika Serikat yang terluas, yang berbatasan dengan Rusia di Selat Bering.

Wilayah negara bagian Amerika Serikat yang berdampingan terbagi atas enam bagian, yakni Pegunungan Pantai Pasifik, Pegunungan Rocky Mountains, Wilayah antar pegunungan (Intermontane Region), Dataran Pantai Atlantik, Pegunungan Appalachia, dan Dataran Rendah Pedalaman.

Penduduk pribumi pertama Amerika Serikat adalah orang Indian. Negara bagian Alaska memiliki komposisi etnis yang berbeda dengan negara-negara bagian lainnya. Penduduk Alaska terdiri atas orang Eskimo, Indian, dan Aleut yang tergolong penduduk pribumi. Sekarang ini penduduk yang mendominasi di Amerika Serikat adalah penduduk kulit putih yang dulunya adalah imigran dari Eropa.

Sumber pustaka : Geografi 3 : Untuk SMA/MA Kelas XII/ Oleh Danang Endarto (BSE Departemen Pendidikan Nasional).

Materi Lainnya:

Perbedaan Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan Pada Ekosistem


Pada suatu ekosistem terjadi pula saling ketergantungan antara produsen, konsumen, dan pengurai. Hal ini dapat diamati dalam peristiwa makan dan dimakan dalam kehidupan.


Pada gambar diatas, kita dapat memahami bahwa rumput (produsen) dimakan oleh belalang (konsumen I), belalang dimakan kodok (konsumen II), kodok dimangsa oleh ular (konsumen III), Akhirnya ular mati, jasadnya dimakan mokroorganisme (pengurai) yang menguraikan bangkai menjadi tanah berhumus, Tanah berhumus merupakan lingkungan baru untuk pertumbuhan tanaman hijau (produsen).

Saling ketergantungan yang terjadi antara produsen, konsumen, dan pengurai dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan. Rantai makanan yaitu peristiwa makan dan dimakan yang dimulai dari produsen sampai pada pengurai sehingga terjadi perpindahan energi secara urut dan tertentu pada suatu ekosistem. Sedangkan, Jaring-jaring makanan yaitu sekumpulan beberapa rantai makanan yang saling berhubungan. (sumber : Buku Pelajaran)

Materi Lainnya:

Ciri-Ciri Sistem Pemerintahan Presidensial


Dalam sistem pemerintahan presidensial, pelaksanaan pemerintahan diserahkan kepada presiden, sedangkan kekuasaan kehakiman atau pengadilan menjadi tanggung jawab Supreme Court (Mahkama Agung). Kekuasaanuntuk membuat undang-undang berada pada parlemen (DPR) atau kongres (senat dan parlemen di Amerika).


Dalam praktek sistem pemerintahan presidensial, ada yang mengembangkan ajaran Trias Politica Montesquieu secara murni dengan separation of powers, seperti di Amerika Serikat yang dikenal dengan praktek-praktek Check and Balance. Praktek-praktek demikian bertujuan agar diantara ketiga kekuasaan tersebut selalu terdapat keseimbangan dalam keadaan tertentu.

Sistem pemerintahan presidensial yang diterapkan di Indonesia tidaklah murni menganut Trias Politica karena selain adanya kekuasaan eksekutif, legislatf, dan yudikatif, masih ditambah pula kekuasaan konstitusi (MPR), eksaminatif atau inspektif (BPK), dan konsultatif (DPA) dengan sistem distribution of powers (pembagian kekuasaan). Sistem pemerintahan presidensial mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Dikepalai oleh seorang presiden selaku pemegang kekuasaan eksekutif (kepala pemerintahan sekaligus sebagai kepala negara).
  2. Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan rakyat yang dipilih dari dan oleh rakyat dengan atau anpa melalui badan perwakilan.
  3. Presiden mempunyai hak prerogatif untuk mengangkat dan memberhentikan para pembantunya (menteri), baik yang memimpin departemen maupun nondepartemen.
  4. Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada presiden dan bukan kepada DPR.
  5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. oleh sebab itu, antara presiden dan DPR tidak dapat saling menjatuhkan atau membubarkan. 

Materi Lainnya:

Pengertian Serta Ciri-Ciri Negara Kesatuan dan Negara Serikat


Negara adalah organisasi kekuasaan yang berdaulat dengan tata pemerintahan yang melaksanakan tata tertib atas orang-orang di daerah tertentu, dan memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Negara mempunyai beberapa bentuk, salah duanya yaitu negara kesatuan dan negara serikat.


Negara Kesatuan

Negara Kesatuan adalah negara merdeka dan berdaulat yang pemerintahannya diatur oleh pemerintah pusat, Didalam negara kesatuan, pemerintah pusat mempunyai wewenang untuk mengatur seluruh wilayahnya melalui pembentukan daerah-daerah (provinsi, kabpaten, dan seterusnya).

  1. Sistem pelaksanaan pemerintahan negara dapat dilaksanakan baik dengan cara desentralisasi maupun sentralisasi. Bentuk negara kesatuan pada umumnya mempunyai sifat-sifat berikut.
  2. Kedaulatan negara mencakup ke dalam dan ke luar yang ditangani pemerintah pusat.
  3. Negara hanya mempunyai satu undang-undang dasar, satu kepala negara, satu dewan menteri, dan satu dewan perwakilan rakyat.
  4. Hanya ada satu kebijaksanaan yang menyangkut persoalan politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Negara Serikat

Negara serikat adalah suatu bentuk negara yang terdiri atas gabngan beberapa negara bagian. negara-negara bagian tersebut hanya menyerahkan sebagian urusannya kepada pemerintah federa (pusat) yang menyangkut epentingan bersama, seperti urusan keuangan, pertahanan negara, telekomunikasi, dan hubungan luar negeri. Negara-negara bagian tidak berdaulat.

Pada negara serikat, kekuasaan asli tetap ada pada negara bagian karena negara bagian berhubungan langsung dengan rakyatnya. Contoh negara-negara federasi : Amerika Serikat, Australia, India, Jerman, Malaysia, dan Swiss. Bentuk negara serikat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Tiap negara bagian berstatus tidak berdaulat, namun kekuasaan asli tetap ada pada negara bagian.
  2. Kepala negara dipilih oleh rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat.
  3. Pemerintah pusat memperoleh kedaulatan dari negara-negara bagian untuk urusan keluar dan sebagian ke dalam.
  4. Setiap negara bagian berwenang membuat UUD sendiri selama tidak bertentangan dengan pemerintah pusat.
  5. Kepala negara mempunyai hak veto (pembatalan keputusan) yang diajukan oleh parlemen (senat dan kongres).

Materi Lainnya:

Fungsi-Fungsi Negara Untuk Mencapai Tujuannya


Fungsi Negara adalah sebagai pengatur kehidupan dalam Negara demi tercapainya tujuan Negara tersebut. Setiap Negara, disamping mempunyai tujuan, juga mempnyai fungsi yang berhubungan erat dengan tujuannya.

Untuk itu, hal yang harus dilakukan oleh Negara adalah sebagai berikut : Melaksanakan ketertiban (law and order) untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat. Dalam hal ini, Negara bertindak sebagai stabilisator, Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.


Pada masa sekarang, fungsi ini dianggap sangat penting, terutama bagi Negara-negara baru atau yang sedang berkembang, Mengusahakan pertahanan untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar. Negara harus dilengkapi dengan alat-alat pertahanan yang kuat dan canggih, dan Menegakkan keadilan yang dilaksanakan melalui badan-badan peradilan (sumber pustaka : buku pelajaran ekonomi).

Pada sumber lainnya dikemukakan pula tentang fungsi negara, yaitu Fungsi negara merupakan gambaran yang dilakukan negara untuk mencapai tujuannya. Fungsi negara dapat dikatakan sebagai tugas negara. Negara sebagai organisasi kekuasaan dibentuk untuk menjalankan tugas-tugas negara.

Negara mempunyai fungsi pelayanan. Artinya negara dengan alat perlengkapannya berusaha untuk melayani segala keperluan warga negaranya baik yang ada didalam maupun diluar negeri. Dari konsep pemikiran ini, pemerintah merupakan abdi atau pelayan masyarakat, bukan minta dilayani masyarakat. Ada tiga kelompok fungsi negara, yaitu sebagai berikut.

  1. Negara harus memberikan perlindungan kepada para penduduk dalam wilayah tertentu.
  2. Negara mendukung atau langsung menyediakan berbagai pelayanan kehidupan masyarakat dalam bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
  3. Negara menjadi penengah yang tidak memihak antara pihak-pihak yang bersengketa di masyarakat dan menyediakan suatu sistem peradilan bebas dan independen yang menjamin keadilan dalam hubungan sosial masyarakat.

Sumber pustaka : Pendidikan K ewarganegaraan / penulis, Atik Hartati, Sarwono. — Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2011.

Materi Lainnya:

Macam-Macam Negara Berdasarkan Bentuk Wilayahnya


Pemahaman tentang negara (state), Indonesia menganut paham negara kepulauan, yaitu paham yang dikembangkan dari archipelago concept (asas archipelago) yang berebda dengan pemahaman archipelago negara barat.


Perbedaannya, jika paham Barat peranan laut sebagai pemisah pulau, sedangkan paham Indonesia laut sebagai penghubung, sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan utuh menyeluruh sebagai Tanah Air dan dinamakan Negara Kepulauan. Dunia mengenal adanya 4 macam Negara, yaitu sebagai berikut :

  1. Negara Kepulauan yaitu negara yang terdiri dari ribuan pulau yang berada ditengah perairan yang luas dan setiap pulaunya memiliki 2 pantai. Contoh : Indonesia, Philipina, Jepang, Maladewa, dan lain-lain.
  2. Negara Pantai ialah negara yang berada berdampingan dengan negara lain dan hanya memiliki satu pantai saja. Contohnya : Brasil, Chili, Argentina, Mesir, dan lain-lain.
  3. Negara Pulau ialah negara yang terdiri dari puluhan pulau yang berada ditengah lautan yang luas. Contohnya : Singapura, Siprus, Malta, Mauritius, Taiwan, dan lain-lain
  4. Negara Daratan ialah negara yang terletak dengan perbatasan daratan dengan negara lain yang tidak memiliki pantai dan laut. Contohnya : Laos, Afganistan, Swiss, Nepal, Mongolia, dan lain-lain.

Materi Lainnya:

Jenis Pengakuan Dari Negara Lain Dalam Berdirinya Suatu Negara


Negara merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independen. Suatu Negara yang baru merdeka memerlukan pengakuan dari Negara lain karena factor-faktor berikut.

  1. Adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya baik yang timbul dari dalam (melalui kudeta) maupun intervensi dari Negara lain.
  2. Ketentuan hukum alam yang tidak dapat dimungkiri bahwa suatu Negara tidak dapat berdiri sendiri, tanpa bantuan dan kerja sama dengan Negara lain.


Ketergantungan itu terutama terletak dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, social busaya, pertahanan, dan keamanan. Pengakuan dari Negara lain, dapat dibedakan antara lain :

Pengakuan secara de Facto

Pengakuan secara de facto diberikan kalau suatu Negara baru sudah memenuhi unsure konstitutif dan juga telah menunjukkan dri menjadi pemerintahan yang stabil. Pengakuan de facto menurut sifatnya dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Pengakuan de facto bersifat tetap Artinya, pengakuan dari Negara lain terhadap suatu Negara hanya bias menimbulkan hubungan di lapangan perdagangan dan ekonomi (konsul). Sedangkan untuk tingkat duta belum dapat dilaksanakan.
  2. Pengakuan de facto bersifat sementara Artina, pengakuan yang diberikan oleh Negara lain dengan tidak melihat lebih jauh pada hari depan, apakah Negara itu akan mati atau akan jalan terus. Apabila ternyata Negara baru tersebut jatuh atau hancur, maka neara lain akan menarik kembali pengakuannya.

Pengakuan Secara de Jure 

Pengakuan secara de jure merupakan pengakuan yang diberikan oleh negara lain kepada suatu negara yang akan merdeka, pengakuan ini merupakan salah satu syarat suatu negara jika ingin mendeklarasikan kemerdekaan negaranya.

Menurut sifatnya, pengakuan dari Negara lain dapat dibedakan sebagai berkut. yaitu : Pengakuan de jure bersifat tetap Artinya, pengakuan dari Negara lain berlaku untuk selama-lamanya setelah melihat kenyataan bahwa Negara baru tersebut dalam beberapa waktu lamanya menunjukkan pemerintahan yang stabil.

Pengakuan de Jure bersifat penuh Arinya, terjadi hubungan antara Negara yang mengakui dan diakui, yang meliputi hubungan dagang, ekonomi dan diplomatic. Negara yang mengakui berhak menempatkan konsulat atau membuka kedutaan.

Materi Lainnya:

4 Unsur Syarat Berdirinya Suatu Negara


Negara adalah organisasi kekuasaan yang berdaulat dengan tata pemerintahan yang melaksanakan tata tertib atas orang-orang di daerah tertentu, dan memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Untuk mendirikan sebuah negara, terdapat unsur-unsur yang ahrus dipenuhi.


Menurut ahli kenegaraan, Oppenheimer dan Lauterpacht, syarat berdirinya suatu Negara haruslah memenuhi setidaknya  4 unsur, yaitu Rakyat yang bersatu, Daerah atau wilayah, Pemerintah yang berdaulat, dan Pengakuan dari Negara lain.

Konvensi Montevideo pada tahun 1993 menyebutkan bahwa unsur-unsur berdirinya suatu Negara antara lain berupa rakyat (penghuni), wilayah yang permanen, penguasa yang berdaulat, kesanggupan berhubungan dengan Negara-negara lainnya, dan pengakuan (dekralatif).

Dari dua pendapat tersebut, unsur rakyat, wilayah, dan pemerintah yang berdaulat merupakan unsur konstitutif karena keberadaannya mutlak harus ada. Sedangkan pengakuan dari Negara lain merupakan unsur deklaratif yang bersifat formalitas karena diperlukan dalam rangka memenuhi unsur tata aturan pergaulan internasional.

Unsur deklaratif mempunyai arti strategis untuk membina hubungan kerja sama, rasa penghormatan, dan pengakuan kedaulatan dari Negara lain.

Materi Lainnya:

Batas dan Keadaan Geografis Negara Mesir (Egypt)


Gambar : Peta Mesir (Egypt) [Image by peta-kota.blogspot.com], 

Daratan Mesir dibagi menjadi lima kawasan utama, yaitu Lembah Nil, Delta Nil, Gurun Barat, Gurun Timur, dan Semenanjung Sinai. Letak astronomis Mesir adalah 22 °LU – 31°LU dan 25°BT – 36°BT. Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut.

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Laut Tengah.
  2. Sebelah selatan berbatasan dengan Sudan.
  3. Sebelah timur berbatasan dengan Laut Merah.
  4. Sebelah barat berbatasan dengan Libya.

Lembah Nil

Merupakan kawasan yang membentang sepanjang 1.300 km2 dari perbatasan Sudan sampai Laut Tengah dengan dasar yang datar, sempit, serta berkelok-kelok.

Delta Nil

Suatu kawasan aluvial yang berbentuk segitiga, membentang dari Kairo sampai Laut tengah, dan dari Iskandariyah (Alexandria) ke Port Said di timur. Kawasan ini merupakan lahan pertanian yang sangat subur.

Gurun Barat atau Gurun Libya

Kawasan ini meliputi daerah seluas 674.000 km2 (75% dari seluruh Mesir). Gurun Barat terpisah dari Gurun Timur oleh Lembah Nil. Kawasan ini berbentuk plato gersang dari batu-batuan sedimenter, terutama batu kapur.

Gurun Timur atau Gurun Arab

Kawasan ini membentang ke arah timur dari Lembah Nil sampai Laut Merah. Di sebelah timur, sejajar dengan pantai terdapat Pegunungan Laut Merah. Puncak tertinggi dari pegunungan yang ada disebut Jabal Shayib.

Semenanjung Sinai

Kawasan ini merupakan plato dari Gurun Timur serta Delta Nil yang dipisahkan oleh Terusan Suez, dan berbentuk segitiga. Pegunungan Sinai terdiri atas kumpulan puncak-puncak tajam serta punggung-punggung gunung dan dua pertiga bagian dari semenanjung utara merupakan suatu plato dari batu kapur. Puncak tertinggi disebut Jabal Khaterina.

Curah hujan yang rendah, udara kering, bentang suhu harian, dan musiman yang besar merupakan ciri-ciri umum iklim di Mesir. Di Mesir terdapat dua musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Musim panas berlangsung pada bulan Mei sampai September, sedangkan musim dingin berlangsung dari bulan November sampai Maret. Hujan terjadi pada musim dingin, dengan tingkat curah hujan semakin surut secara tajam ke arah selatan Mesir. Di daerah pesisir Laut Merah hampir tak pernah turun hujan.

Penduduk Mesir pada tahun 2002 berjumlah 70,5 juta jiwa, dengan pertumbuhan penduduk 2,2% per tahun. Angka harapan hidup mencapai 68,6 tahun. 55,6% dari jumlah penduduk yang berusia di atas 15 tahun mempunyai kepandaian membaca dan menulis.

Pendapatan per kapita Negara Mesir pada tahun 2002 adalah 3,810 US$, dengan rata-rata pertumbuhan sejak tahun 1990-2002 sekitar 2,5%. Sekitar 97% dari daratan Mesir berupa gurun, tetapi adanya Sungai Nil di Mesir berperan besar dalam pengembangan sektor pertanian. Ladang-ladang minyak di Mesir terdapat dilepas Pantai Barat Sinai, Teluk Suez, Depresi Qattara, dan El Alamien.

Sumber pustaka : Geografi 3 : Untuk SMA/MA Kelas XII/ Oleh Danang Endarto (BSE Departemen Pendidikan Nasional.

Materi Lainnya:

Sistem Pegunungan yang Ada di Wilayah Indonesia


Gambar : Peta Ragkaian Pegunungan di Indonesia [Image by brainly.co.id], 

Indonesia terkenal atas banyaknya gunung berapi, gunung-gunung berapi yang ada di Indonesia merupakan rangkaian pegunungan dunia yang berujung di Indonesia. Di wilayah Indonesia terdapat 3 Sistem pegunungan, sebagai berikut.


Sistem Pegunungan Sirkum Mediterania

Sistem ini memanjang dari Pegunungan Atlas (Afrika Utara) yang bersambung dengan Pegunungan Alpen (Eropa Selatan) dan Pegunungan Himalaya (Asia). Pegunungan tersebut berbelok ke selatan dan berangkai dengan pegunungan-pegunungan lipatan di Kepulauan Indonesia. Kelanjutan jalur pegunungan Sirkum Mediterania di Indonesia terbagi, sebagai berikut.

Busur Luar

Jalur pegunungan busur luar bersifat nonvulkanik, artinya tidak menampakkan sifat-sifat kegunungapian, tetapi hanya rangkaian pegunungan lipatan. Jalur pegunungan ini sebagian berada di bawah laut. Busur luar berpangkal di Pulau Simelue, Pulau Nias, Kepulauan Mentawai, Pulau Enggano kemudian sebagian tenggelam (berada di bawah laut) sepanjang bagian selatan Pulau Jawa dan muncul kembali di atas permukaan bumi di Pulau Sawu, Pulau Roti, Pulau Timor, Pulau Babar, Kepulauan Kai, Pulau Seram, dan berakhir di Pulau Buru.

Busur Dalam

Jalur pegunungan busur dalam bersifat vulkanis, artinya selain merupakan rangkaian pegunungan lipatan, juga merupakan ketampakan dari kegunungapian. Busur dalam membujur sepanjang Bukit Barisan di Pulau Sumatra, pegunungan yang ada di seluruh Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Flores, Pulau Solor, Pulau Wetar, Kepulauan Banda, dan berakhir di Pulau Saparua.

Sistem Pegunungan Sirkum Pasifik

Sirkum ini dimulai dari pegunungan Andes (Amerika Selatan) bersambung dengan Pegunungan Rocky (Rocky Mountain) di Amerika Utara, kemudian berbelok ke Kepulauan Jepang dan bersambung dengan pegunungan di Kepulauan Filipina. Pada akhirnya jalur pegunungan ini bercabang dua di wilayah Indonesia, yaitu sebagai berikut.

  • Cabang I dimulai dari Pulau Luzon bersambung dengan pegunungan di Kalimantan melalui Pulau Palawan dan Pulau Sulu.
  • Cabang II dimulai dari Pulau Luzon, Pulau Samar, dan Pulau Mindanau bersambung ke Kepulauan Sangihe dan berakhir di Sulawesi.

Sistem Pegunungan Sirkum Australia

Terbentang sepanjang sumbu sentral Irian selanjutnya ke Australia bagian timur terus ke Selandia Baru. Letak Indonesia secara tektonik merupakan daerah tumbukan antarlempeng (lempeng Asia vs lempeng Samudra Hindia, lempeng Asia vs lempeng Samudra Pasifik, lempeng Asia vs lempeng Filipina, serta lempeng Australia vs lempeng Pasifik), yang berakibat:

  • Indonesia terletak di busur luar nonvulaknik dan busur dalam vulkanik.
  • Indonesia kaya akan pegunungan dan komplek gunung berapi di sepanjang Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi (terutama bagian utara), Kepulauan Maluku, dan di wilayah Papua.
  • Persebaran laut dangkal, paparan, serta laut dalam (palung) yang tidak merata.
  • Sering terjadi gempa bumi.
  • Persebaran sumber daya alam yang tidak merata, Indonesia bagian barat didominasi minyak dan gas bumi, batu bara, dan sedikit mineral, sedangkan Indonesia bagian timur kaya akan mineral, sedikit batubara, minyak, dan gas bumi.
Sumber pustaka : Geografi 3 : Untuk SMA/MA Kelas XII/ Oleh Danang Endarto (BSE Departemen Pendidikan Nasional.

Materi Lainnya:

Unsur-Unsur yang Idealnya Harus Ada Didalam Peta


Ilustrasi Peta [image by jalandamai.org], 

Di samping syarat-syarat peta, seperti Konform, Ekuivalen, Ekuidistan, Peta yang dibuat harus jelas dan tidak membingungkan, Penyajian data pada peta harus mudah dimengerti maknanya dan Peta bentuknya menarik, rapi, dan bersih. Peta yang ideal memiliki unsur-unsur sebagai berikut.


1. Judul Peta

Judul peta dapat mencerminkan isi dan tipe peta daerah yang dipetakan. Biasanya ditulis di bagian atas peta di luar peta pokok dengan huruf kapital paling besar.

2. Garis Astronomis

Garis astronomis yaitu garis khayal pada peta yang terdiri dari garis lintang (garis horizontal) dan garis bujur (garis vertikal) yang berfungsi sebagai koordinat.

3. Skala Peta

Skala adalah angka yang menunjukkan perbandingan jarak mendatar pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Peta yang baik selalu mencantumkan skala sehingga ukuran jarak, luas, dan bentuk pada peta sesuai dengan keadaan di lapangan.

4. Petunjuk Arah

Petunjuk arah disebut juga tanda arah atau mata angin berupa anak panah yang menunjukkan arah utara dan berfungsi untuk membantu pengguna dalam menyesuaikan arah peta dengan arah lapangan sebenarnya.

5. Legenda

Legenda adalah bagian dari peta yang menerangkan tentang arti simbol-simbol yang digunakan pada peta, sehingga mempermudah dalam memahami isi peta.

6. Peta Sisipan (Inset)

Peta sisipan merupakan peta tambahan dengan ukuran kecil yang disisipkan pada peta utama untuk menunjukkan lokasi yang dipetakan pada kedudukannya dengan daerah sekitar yang lebih luas.

7. Garis Tepi Peta

Garis tepi peta digunakan sebagai batas suatu peta yang biasanya dibuat rangkap tempat meletakkan angka derajat garis lintang dan garis bujur.

8. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta

Sumber peta dicantumkan supaya pengguna tahu dari mana peta dan datadata yang dipetakan diperoleh. Sedangkan tahun pembuatan peta berguna untuk mengetahui kapan peta itu dibuat, tingkat kesesuaian di lapangan pada saat digunakan.

9. Simbol Peta

Simbol yaitu suatu gambar atau tanda yang mempunyai makna atau arti. Simbol pada peta merupakan tanda-tanda konvensional yang umumnya digunakan untuk mewakili keadaan sebenarnya.

10. Tulisan (Lettering)

Yaitu semua tulisan dan angka-angka untuk mempertegas arti dari simbol-simbol yang digunakan dalam peta.

Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Materi Lainnya:

Macam-Macam Peta Berdasarkan Isinya


Ilustrasi Peta [image by jalandamai.org], 

Peta adalah gambaran secara umum sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dilukiskan pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu jika dilihat dari atas, disertai tulisan dan simbol sebagai tanda pengenal.


Kenampakan yang tergambar pada peta bisa merupakan fenomena fisik (alamiah) seperti gunung, sungai, hutan, rawa dan sebagainya serta fenomena budaya (buatan) seperti pesawahan, pemukiman, kawasan industri, dan jalur jalan. Peta dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis salah satunya ialah jenis peta berdasarkan isinya. Berdasarkan Isinya, peta dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

1. Peta Umum

Peta umum adalah peta yang menggambarkan seluruh kenampakan permukaan bumi pada daerah yang dipetakan. Kenampakan permukaan bumi dapat berupa bentang alam (sungai, danau, gunung, rawa, hutan dsb) maupun bentang budaya (kota, jalur jalan, pemukiman, lapangan olah raga).

Contoh-contoh peta umum:
  • Peta Topografi, yaitu peta yang menggambarkan muka bumi dengan penekanan pada relief serta kenampakan lainnya pada wilayah yang dipetakan. Umumnya peta topografi menggunakan skala besar (1 : 25.000 sampai dengan 1 : 50.000).
  • Peta Korografi, yaitu peta berskala sedang yang menyajikan kenampakan bersifat umum meliputi wilayah yang luas seperti peta kecamatan, peta kota atau peta kabupaten.
  • Peta Geografi, yaitu peta berskala kecil yang menggambarkan kenampakan bersifat umum meliputi wilayah yang sangat luas, seperti peta propinsi, peta negara, peta benua, dan peta dunia.

2. Peta Khusus

Peta khusus, yaitu peta yang menggambarkan satu kenampakan tertentu atau tema tertentu yang khusus pada daerah yang dipetakan.

Contoh-contoh peta khusus antara lain:

Peta Statistik yaitu peta yang menggambarkan data kestatistikan suatu daerah pemetaan, meliputi peta statistik kualitatif, yaitu peta yang menggambarkan jenis data tanpa memperhatikan jumlah data dan peta statistik kuantitatif, yaitu peta yang menggambarkan penyebaran jenis dan jumlah data.

Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Materi Lainnya:

Peta Berdasarkan Keadaan Objeknya dan Berdasarkan Skalanya


Ilustrasi Peta [image by jalandamai.org], 

Peta adalah gambaran secara umum sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dilukiskan pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu jika dilihat dari atas, disertai tulisan dan simbol sebagai tanda pengenal.


Kenampakan yang tergambar pada peta bisa merupakan fenomena fisik (alamiah) seperti gunung, sungai, hutan, rawa dan sebagainya serta fenomena budaya (buatan) seperti pesawahan, pemukiman, kawasan industri, dan jalur jalan.

Peta dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan atas isi, keadaan objek, dan skalanya. Berdasarkan keadaan objeknya, peta dapat dibedakan Peta Persebaran Penduduk, Peta Persebaran Barang Tambang, Peta Iklim, Peta Jaringan Jalan menjadi dua macam yaitu:

  1. Peta Dinamik, yaitu peta yang menggambarkan keadaan obyek yang berubah. Misalnya peta pola aliran sungai, peta arus urbanisasi, peta pemukiman dll.
  2. Peta Statik, yaitu peta yang menggambarkan keadaan obyek yang relatif tetap. Misalnya peta klimatologi, peta geologi, peta jalur pegunungan.
Berdasarkan skalanya, peta dibedakan atas:
  1. Peta kadester, berskala 1 : 100 s.d. 1: 5.000
  2. Peta skala besar, berskala 1 : 5.000 s.d. 1 : 250.000
  3. Peta skala sedang, berskala 1 : 250.000 s.d. 1 : 500.000
  4. Peta skala kecil, berskala 1 : 500.000 s.d 1 : 1.000.000
  5. Peta geografis, berskala 1 : 1.000.000 atau lebih.
Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Materi Lainnya:

Bentuk dan Manfaat Peta


Ilustrasi Peta [image by jalandamai.org], 

Peta adalah gambaran secara umum sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dilukiskan pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu jika dilihat dari atas, disertai tulisan dan simbol sebagai tanda pengenal.


Kenampakan yang tergambar pada peta bisa merupakan fenomena fisik (alamiah) seperti gunung, sungai, hutan, rawa dan sebagainya serta fenomena budaya (buatan) seperti pesawahan, pemukiman, kawasan industri, dan jalur jalan. Berdasarkan bentuknya, peta dapat dibedakan atas :

  • Peta datar, yaitu peta yang digambarkan pada bidang datar, misalnya pada kertas, kanvas atau tripleks. Perbedaan bentuk permukaan bumi pada bidang datar dinyatakan dengan perbedaan warna dan simbol-simbol yang digunakan.
  • Peta timbul, yaitu peta yang dibuat sesuai dengan bentuk permukaan bumi sebenarnya.
  • Peta digital, yaitu peta yang dibuat dengan bantuan komputer yang disimpan pada pita atau disket dan dapat digunakan oleh pengguna melalui layar monitor.
Peta memiliki manfaat yang bermacam-macam sesuai dengan jenis peta yang digunakan. Secara umum manfaat peta adalah:
  • Menunjukkan lokasi suatu tempat di permukaan bumi
    • Menggambarkan luas dan bentuk berbagai fenomena geografi
    • Untuk mengetahui kenampakan muka bumi baik yang bersifat fisik (sungai, gunung, persebaran vegetasi) maupun sosial budaya (persebaran sawah, persebaran pemukiman, persebaran industri).
    • Sebagai alat untuk memasukkan data yang ditemukan di lapangan.
    • Alat peraga dan alat pelaporan hasil penelitian.
    Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

    Materi Lainnya:

    Macam-Macam Skala Peta Berdasarkan Ukuran Skalanya


    Ilustrasi Peta [image by jalandamai.org], 

    Skala adalah angka yang menunjukkan perbandingan jarak mendatar pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Peta yang baik selalu mencantumkan skala sehingga ukuran jarak, luas, dan bentuk pada peta sesuai dengan keadaan di lapangan.


    Berdasarkan ukuran skalanya, skala dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu Skala kadaster, Skala besar, Skala sedang, Skala kecil dan Skala Geografis. Secara umum, skala yang banyak digunakan pada peta terdiri atas tiga macam, yaitu :

    1. Skala angka (Numerical Scale), yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk angka pecahan dengan menggunakan satuan ukuran sentimeter (cm).
    2. Contoh: Skala 1 : 2.500.000 bisa ditulis 1 / 2.500.000 (dibaca 1 banding 2.500.000), artinya setiap jarak mendatar 1 cm pada peta sama dengan 2.500.000 cm atau 25 km jarak di permukaan bumi sebenarnya.
    3. Skala verbal (verbal scale), yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata.
    4. Contoh: 1 cm berbanding 10 km , artinya setiap jarak mendatar 1 cm pada peta sama dengan 10 km jarak sebenarnya di permukaan bumi.
    5. Skala garis (graphical scale), yaitu skala yang ditunjukkan dengan garis lurus yang dibagi-bagi dalam bagian yang sama. Setiap bagian menunjukkan kesatuan panjang yang sama untuk menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi.
    Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

    Materi Lainnya:

    Pengelompokkan Skala Berdasarkan Ukurannya Pada Peta


    Skala peta [image by www.guruips.com], 

    Skala adalah angka yang menunjukkan perbandingan jarak mendatar pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Peta yang baik selalu mencantumkan skala sehingga ukuran jarak, luas, dan bentuk pada peta sesuai dengan keadaan di lapangan.


    Secara umum, skala yang banyak digunakan pada peta terdiri atas tiga macam, yaitu Skala angka (Numerical Scale), Skala verbal (verbal scale) dan Skala garis (graphical scale). Berdasarkan ukuran skalanya, skala dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu :

    1. Skala kadaster, yaitu peta berskala antara 1 : 100 sampai 1 : 5.000, biasanya digunakan untuk menggambar peta-peta tanah dalam keperluan sertifikat.
    2. Skala besar, yaitu peta berskala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000, digunakan untuk menggambar wilayah yang sempit, misalnya peta desa dan peta kecamatan.
    3. Skala sedang, yaitu peta berskala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000, digunakan untuk menggambar wilayah kabupaten dan propinsi.
    4. Skala kecil, yaitu peta berskala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000, digunakan untuk menggambar wilayah negara.
    5. Skala Geografis, yaitu peta berskala lebih dari 1 : 1.000.000, digunakan untuk menggambar kelompok negara, regional, benua dan dunia.
    Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

    Materi Lainnya:

    Bentuk Simbol yang Digunakan Dalam Peta


    Ilustrasi Peta [image by jalandamai.org], 

    Simbol yaitu suatu gambar atau tanda yang mempunyai makna atau arti. Simbol pada peta merupakan tanda-tanda konvensional yang umumnya digunakan untuk mewakili keadaan sebenarnya. Beberapa bentuk simbol yang digunakan pada peta antara lain :


    1. Simbol titik (point), berdasarkan jenisnya simbol titik terdiri atas :
    • Simbol geometrik (bangun matematika), untuk menyatakan nama kota, ibu kota, gunung, dan ketinggian tempat yang dilengkapi dengan angka,
    • Simbol gambar, berupa gambar yang disesuaikan atau menyerupai keadaan sebenarnya di lapangan. Misalnya simbol kapal terbang untuk menyatakan lapangan terbang, simbol jangkar untuk menyatakan pelabuhan laut, dan simbol daun teh untuk menyatakan perkebunan teh.
    2. Simbol garis (line), digunakan pada peta untuk menyatakan jalan, jalan kereta api, batas wilayah administratif dan sungai dalam bentuk garis (garis tebal, garis tipis, garis sejajar, dan garis putus-putus).
    3. Simbol bidang (area), digunakan untuk menyatakan unsurunsur geografi yang berupa bidang seperti hutan, rawa, perkebunan, dan daerah pertanian.
    4. Simbol warna, digunakan untuk menunjukkan ketinggian daratan di permukaan bumi dan kedalaman wilayah perairan laut.
    Contoh:
    • Biru, untuk simbol perairan, misalnya, biru tua menunjukkan laut dalam; biru muda menunjukkan laut dangkal, selat, teluk, danau, dan sungai
    • Hijau menunjukkan dataran rendah
    • Kuning menunjukkan dataran tinggi
    • Cokelat menunjukkan pegunungan, misalnya: cokelat muda menunjukkan pegunungan; cokelat tua menunjukkan pegunungan yang tinggi
    • Merah digunakan untuk menyatakan gunung berapi, jalan dan kota.
    Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

    Materi Lainnya:

    Pengertian Garis Lintang dan Garis Bujur Pada Peta


    Ilustrasi Peta [image by jalandamai.org], 

    Pada sebuah peta, atlas atau globe, kita sering melihat garis-garis vertikal maupun horisontal, garis-garis tersebut dinamakan garis lintang dan garis bujur. Apa sebenarnya pengertian dari garis lintang dan garis bujur pada peta, atlas atau globe ini, berikut ini penjelasannya.


    Garis Lintang adalah garis khayal yang melintang permukaan bumi secara horizontal. Garis lintang 0° disebut garis khatulistiwa atau garis ekuator, yaitu garis yang membagi bumi menjadi dua bagian yang sama yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan, panjangnya mencapai 40.075 km.

    Garis lintang yang berada di belahan bumi utara disebut garis lintang utara besarnya dari 0° - 90° LU, semakin ke Utara panjangnya semakin kecil bahkan pada 90° LU hanya berupa titik yaitu titik Kutub Utara.

    Garis lintang yang berada di belahan bumi selatan disebut garis lintang selatan besarnya dari 0° - 90° LS, semakin ke selatan panjangnya semakin kecil bahkan pada 90° LS hanya berupa titik yaitu titik Kutub Selatan. Beberapa garis lintang memiliki nama tertentu, misalnya

    • 0° sebagai garis khatulistiwa atau ekuator
    • 23 ½° LU sebagai Garis Balik Utara (tropic of cancer)
    • 23 ½° LS sebagai Garis Balik Selatan (tropic of capricorn)
      • 66 ½° LU sebagai Garis Lingkar Kutub Utara
      • 66 ½° LS sebagai Garis Lingkar Kutub Selatan
      • 90° LU/LS sebagai kutub utara dan kutub selatan

      Garis bujur adalah garis khayal di permukaan bumi yang menghubungkan Kutub Utara dengan Kutub Selatan. Garis bujur 0° yang melewati kota Greenwich dekat London (Inggris) disepakati sebagai meridian utama dan dijadikan pedoman internasional dalam penentuan waktu di berbagai tempat yang berbeda di permukaan bumi.

      Sumber pustaka : IPS / Budi Sanjaya, Farida Sarimaya, Iyus Andi Nugraha, Nanang Sukandar, Nian Tresnawati, Yeti Royeti ; editor, Dimas Handi Hijrah Saputra.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

      Materi Lainnya: