Ciri-Ciri Sistem Politik Otokrasi Tradisional, Totaliter dan Demokrasi



Ciri-Ciri Sistem Politik Otokrasi Tradisional, Totaliter dan Demokrasi
Ciri-Ciri Sistem Politik Otokrasi Tradisional, Totaliter dan Demokrasi ~ Ciri-Ciri Sistem Politik Otokrasi Tradisional, Totaliter dan Demokrasi menurut Ramlan Surbakti dalam buku Memahami Ilmu Politik (1992) adalah sebagai berikut. Ciri-ciri Sistem Politik Otokrasi Tradisional adalah sebagai berikut.
  • Tidak ada persamaan, tetapi stratifikasi ekonomi.
  • Kebebasan individu kurang dan lebih menekankan perilaku kelompok kecil berdasar hubungan kekerabatan.
  • Adanya sistem primordial yang kuat seperti agama, suku bangsa, dan ras.
  • Kekuasaan bersifat pribadi (raja), negatif, dan bersifat konsensus.
  • Kewenangan bersumber pada tradisi atau keturunan.
Selanjutnya, Sistem Politik Totaliter dibedakan menjadi dua, yaitu sistem politik komunis dan sistem politik fasis. Ciri-ciri Sistem Politik Totaliter adalah sebagai berikut.
  • Pengaturan masyarakat secara menyeluruh atas dasar tertentu dengan kelompok kecil penguasa yang memonopoli kekuasaan.
  • Penggunaan sistem mobilisasi massa untuk membentuk masyarakat baru yang akan melaksanakan kebijakan.
  • Penempatan individu di bawah kehendak dari partai tunggal yang mengatasnamakan bangsa dan negara.
Dan yang terakhir ialah Ciri-ciri Sistem Politik Demokrasi adalah memelihara keseimbangan antara konflik dan konsensus, misalnya perbedaan pendapat, persaingan, dan pertentangan antara individu dengan pemerintah, dan lain-lain.

Baca juga:

Materi Lainnya:

0 Response to "Ciri-Ciri Sistem Politik Otokrasi Tradisional, Totaliter dan Demokrasi"

Post a Comment