Fenomena El Niño dan La Niña Serta Dampaknya di Indonesia


El Niño Southern Oscillation (ENSO) merupakan fenomena iklim dimana sirkulasi atmosfer global berubah akibat suhu perubahan suhu permukaan air laut. ENSO memiliki dua fase yang berlawanan dan satu fase tambahan, yaitu El Niño dan La Niña.


Peristiwa El Niño merupakan peristiwa meningkatnya suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian timur dan tengah di atas rata-rata normal suhu permukaan laut. Pengaruh peristiwa El Niño di wilayah Indonesia adalah curah hujan cenderung berkurang. Sementara di Samudera Pasifik tropis, curah hujan meningkat. Angin permukaan tingkat rendah yang biasanya bertiup dari timur ke barat (angin timur) di sepanjang ekuator mengalami penyimpangan arah, sehingga angin bertiup dari arah barat ke timur (angin barat).

Peristiwa La Niña merupakan peristiwa menurunkan suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian timur dan tengah di Bawah rata-rata normal suhu permukaan laut. Pengaruh peristiwa La Niña di wilayah Indonesia adalah curah hujan cenderung meningkat. Sementara di Samudera Pasifik tropis, curah hujan menurun. Angin timur laut yang normal di sepanjang ekuator menjadi lebih kuat.

Sumber:
Ayuk R.P., Elizabeth T., Niken R.K., 2021, Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Materi Lainnya:

Pengelompokan Interaksi Antar Makhluk Hidup


Dalam Ekosistem, komponen biotik (mahkluk hidup) dan abiotik (komponen tak hidup) saling berhubungan melalui siklus materi dan aliran energi. Interaksi antar mahluk hidup yang dapat terjadi dalam sebuah ekosistem dapat dikelompokkan menjadi  kelompok, yaitu sebagai berikut.


  1. Predasi yaitu hubungan antara predator dengan mangsanya. Hubungan antara tikus dan ular adalah contoh predasi.
  2. Kompetisi yaitu hubungan persaingan, seperti hubungan antara pohon dan rumput yang bersaing mendapatkan unsur hara dan air di dalam tanah.
  3. Netral yaitu hubungan tidak saling mengganggu. Contohnya adalah interaksi pohon dengan ular.
  4. Simbiosis yaitu interaksi dua jenis mahkluk hidup yang hidup bersama. Interaksi simbiosis ini ada yang interaksinya saling menguntungkan (simbiosis mutualisme), ada yang dalam interaksinya satu organisme mengalami kerugian sedangkan yang lainnya mengalami keuntungan (simbiosis parasitisme) dan ada yang dalam interaksinya satu organisme mengalami keuntungan sedangkan yang lainnya tidak mengalami kerugian ataupun keuntungan (simbiosis komensalisme).
  5. Antibiosis yaitu interaksi dua jenis mahkluk hidup dimana salah satu mahkluk hidup tersebut mengeluarkan racun untuk membunuh mahkluk hidup lainnya. Seperti interaksi antara jamur Penicillium dengan bakteri, dimana jamur ini mengeluarkan antibiotik yang dapat membunuh bakteri.
Sumber:
Ayuk R.P., Elizabeth T., Niken R.K., 2021, Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Materi Lainnya:

Pengertian Ekosistem dan Komponen Penyusunnya


Istilah “Ekosistem” pertama kali digunakan oleh Tansley, seorang ahli botani Inggris, pada tahun 1935. Menurutnya, ekosistem merupakan suatu sistem yang meliputi komponen tumbuh-tumbuhan, hewan, serta lingkungan fisik sebagai tempat hidupnya.


Ekosistem bisa juga diartikan sebagai suatu sistem yang terbentuk oleh adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam arti lain, ekosistem adalah kesatuan tatanan antara segenap komponen biotik maupun abiotik yang saling memengaruhi.

Berdasarkan pengertian tersebut, suatu ekosistem terbentuk oleh komponen hidup (biotik) dan tidak hidup (abiotik) yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Keteraturan tersebut terjadi karena adanya arus materi dan energi yang terkendali oleh adanya arus transportasi dan transformasi antar komponen dalam ekosistem.

Setiap komponen memiliki fungsi (relung) tertentu. Selama setiap komponen tetap melakukan fungsinya dan bekerjasama dengan baik, keteraturan ekosistem akan tetap terjaga. Berdasarkan fungsi dan aspek penyusunannya, ekosistem dapat dibedakan menjadi dua komponen, yaitu sebagai berikut.

  1. Komponen Abiotik, yaitu komponen yang terdiri atas bahan-bahan tidak hidup (nonhayati), yang meliputi komponen fisik dan kimia, seperti tanah, air, matahari, udara, dan energi.
  2. Komponen Biotik, yaitu komponen yang terdiri atas bahan-bahan yang bersifat hidup yang meliputi organisme autotrof dan heterotrof.
    • Organisme Autotrof adalah semua organisme yang mampu membuat atau mensintesis makanannya sendiri, berupa bahan organik dan bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari melalui proses fotosintesis. Semua organisme yang mengandung klorofil terutama tumbuhan hijau daun disebut organisme autotrof.
    • Organisme Heterotrof adalah semua organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, akan tetapi meman faat kan bahanbahan organik dari organisme lainnya sebagai bahan makanannya. Organisme heterotrof terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
      • Konsumen, yaitu organisme heterotrof yang secara langsung memakan organisme lain, seperti manusia dan hewan.
      • Pengurai (perombak atau dekomposer), yaitu organisme heterotrof yang mendapatkan makanan berupa bahan organik dengan cara merombak sisa-sisa organisme mati atau produk dari organisme hidup, seperti bakteri dan jamur;
      • Detritivor, yaitu organisme heterotrof yang memakan partikelpartikel organik atau remukan jaringan organik yang telah membusuk, seperti cacing tanah, siput, dan tripang.
Sumber:
Geografi 2 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial / penulis, Hartono ; editor, Toni Kurniawan . -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Materi Lainnya:

Perbedaan Antara Sistem Klasifikasi Buatan, Alami dan Filogenetik Pada Makhluk Hidup


Dalam sejarah pengelompokan mahkluk hidup, pada mulanya para ahli menggunakan dua skema dalam pengelompokan mahkluk hidup, yaitu klasifikasi buatan dan alami. Kedua klasifikasi ini sama-sama menggunakan ciri-ciri yang menonjol sebagai dasar klasifikasi tetapi berbeda dalam cara penetapan ciri-ciri tersebut.


Pada klasifikasi buatan, dilakukan dengan cara memilih dengan bebas ciri-ciri pemersatu terlebih dahulu baru kemudian mengelompokkan organisme yang sesuai. Contohnya ketika melakukan pengelompokan dengan ciri pemersatu ada tidaknya sirip, maka paus akan dikelompokkan dengan ikan. Kelebihan dari klasifikasi ini adalah mudah untuk dikembangkan dan tidak mudah berubah, namun kelemahannya pengelompokannya tidak menunjukkan hubungan evolusioner.

Berbeda halnya dengan klasifikasi buatan, klasifikiasi alami pengelompokan organisme dilakukan berdasarkan kemiripan terlebih dahulu dan baru kemudian mengidentifikasi ciri-ciri yang dimiliki satu sama lain. Kelemahan klasifikasi ini adalah pengelompokannya berubah jika ditemukan informasi yang baru. Seperti pengelompokan gorilla, orang utan dan simpanse yang sebelumnya digolongkan pada famili pongidae tetapi sekarang digolongkan ke dalam famili hominidae. Begitupula alga, yang sebelumnya dikelompokkan dalam kingdom plantae, namun sekarang dikelompokkan pada kingdom protista.

Dalam perkembangannya muncul klasifikasi filogenetik. Klasifikasi ini digunakan untuk mengelompokkan organisme berdasarkan pada hubungan kekerabatan yang ditunjukkan pada materi genetis suatu organisme. Organisme yang memiliki tingkat persamaan yang lebih tinggi dalam urutan DNA atau asam nukleatnya dinilai memiliki hubungan yang lebih dekat.

Sumber:
Ayuk R.P., Elizabeth T., Niken R.K., 2021, Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Materi Lainnya:

Pengelompokan Mahkluk Hidup dan Peranannya


Keanekaragaman hayati berarti keberagaman yang ada pada mahkluk hidup. Keberagaman dapat ditemukan pada tingkatan gen, spesies dan ekosistem. Keanekaragaman pada mahkluk hidup ini terjadi akibat adanya faktor genetik atau keturunan dan perbedaan faktor lingkungan.


Setidaknya makhluk hidup dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok, berikut ini penglompokan makhluk hidup dan peranan-peranannya dalam kehidupan manusia.

Organisme ini terkenal dengan sebutan Bakteri dan berada di mana-mana, bahkan ditemukan juga dalam rongga mulut dan saluran pencernaan. Monera juga ditemukan di daerah paling ekstrim dimana mahkluk hidup tidak bisa bertahan hidup. Monera adalah organisme mikroskopis dan memiliki tipe sel prokaryotik. Monera diketahui banyak menyebabkan penyakit, seperti bakteri Mycobacterium tuberculose yang menyebabkan TBC, Salmonella thyposa yang menyebabkan tifus. Meskipun demikian beberapa dari organisme ini menguntungkan bagi manusia, seperti Lactobacillus.

Organisme ini dikelompokkan menjadi satu karena belum memiliki jaringan yang terdiferensiasi, ukurannya ada yang mikroskopis dan ada yang makroskopis. Beberapa spesies dari protista merugikan karena dapat menimbulkan penyakit seperti Entamoeba histolytica yang menyebabkan diare dan Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria. Meskipun demikian banyak juga spesies dari kelompok ini menguntungkan bagi manusia seperti Chlorella sebagai bahan dasar pembuatan PST (protein sel tunggal) dan Gellidium sebagai bahan dasar pembuatan agar-agar.

Merupakan organisme eukaryotik bersel tunggal atau banyak yang dinding selnya tersusun atas kitin. Jamur hidup dengan menguraikan sampah organik menjadi bahan anorganik. Jamur multiseluler biasanya memiliki hifa dan berkembang biak dengan menggunakan spora. Jamur bermanfaat bagi kehidupan manusia seperti Rhizopus stolonifera yang berperan dalam pembuatan tempe dan yang menghasilkan antibiotik. Akan tetapi banyak juga jamur yang merugikan seperti Microsporum sp. menyebabkan kurap atau panu dan Candinda albicans yang menginfeksi vagina.

Plantae atau tumbuhan adalah organisme yang mampu melakukan fotosintesis karena memiliki kloroplas dalam selnya. Plantae dibagi menjadi 3 kelompok yaitu lumut, paku dan tanaman berbiji. Tumbuhan secara umum memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, mulai dari bahan pangan, sandang, papan, obat-obatan, kecantikan dan estetika.

Animalia atau hewan adalah kelompok organisme multi seluler yang bersifat heterotrof. Sel pada kingdom animalia merupakan sel eukaryotik yang tidak memiliki dinding sel. Animalia terdiri atas banyak spesies, mulai dari yang sederhana hingga ke yang kompleks, seperti porifera, coelenterate, platyhelminthes, nemathelminthes, annelida, arthropoda, moluska, Echinodermata dan chordata. Seperti halnya plantae, animalia juga memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia dan tidak jarang juga yang merugikan.

Sumber:
Ayuk R.P., Elizabeth T., Niken R.K., 2021, Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Pengertian Energi dan Bentuk-Bentuk Energi


Jika kita berbicara tentang energi, pasti yang terlintas dipikiran teman-teman ialah sumber daya serta energi listrik. Manusia jika mengerjakan sebuah kegiatan yang awalnya semangat lama kelamaan akan merasa loyo dan capek, itu menandakan energi yang kita punya berkurang. Maka dari itu, Apa yang dimaksud dengan Energi?


Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Satuan energi dalam SI adalah joule (J). Satuan energi lain yang dapat dipakai adalah kalori (kal) dan electron volt (eV). Adapun sumber-sumber energi itu ada bermacam-macam, jika pada manusia sumber energinya dari makanan, ada juga sumber energi dari matahari, air terjun, minyak bumi, batu bara, dan lainnya.

Bisa dibilang semua hal dalam kehidupan kita menggunakan energi, bahkan tidurpun memerlukan energi. Energi mempunyai bentuk-bentuk sesuai dengan dari mana energi itu dihasilkan, seperti berikut ini.

Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya atau kelajuannya. Misalnya mobil yang melaju, orang berlari, dan kapal yang melaju. Energi yang dimiliki oleh benda bergerak lurus disebut energi kinetik. Energi Potensial Gravitasi Di bawah pengaruh gaya gravitasi Bumi, benda akan memiliki energi yang tersimpan.

Kalor

Ketika terjadi perubahan suhu pada benda, terdapat energi yang diserap atau dilepaskan oleh benda, yaitu kalor.

Energi Listrik

Energi listrik adalag energi yang dihasilkan oleh aliran elektron atau arus listrik yang terjadi akibat perbedaan potensial listrik. Sumber energi listrik antara lain, beterai, aki, dan generator. Muatan listrik Q memiliki medan listrik, kemudian muatan listrik lainnya q dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain dalam pengaruh medan listrik Q, maka muatan listrik q memiliki energi.

Energi Kimia.

Energit kimia adalah energi yang dimiliki oleh benda-benda kimia, seperti kayu, minyak, makanan, beterai, dan larutan kimia. Energi kimia akan dilepaskan jika benda-benda tersebut mengalami reaksi kimia.

Energi Panas.

Energi panas adalah energi yang dihasilkan oleh gerakan partikel penyusun benda. Energi panas terdapat pada kompor, setrika, matahari, panas bumi, solder, dan oven.

Energi Nuklir.

Energi nuklir adalah energi yang dihasilkan oleh bahan-bahan radioaktif. Bom atom dan PLTN adalah contoh sumber nuklir.

Energi Cahaya.

Energi cahaya adalah energi yang dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Sumber energi cahaya antara lain lampu, matahari, dan lilin.

Energi Bunyi.

Energi bunyi adalah energi yang dihasilkan oleh benda yang bergetar. Bunyi merupakan energi di tandai dengan adanya rasa sakit pada telinga ketika mendengar suara yang sangat keras. Sumber energi bunyi antara lain radio, tape recorder, dan lainnya.

Energi Potensial.

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena kedudukannya yang dipengaruhi oleh gravitasi. Misalnya air terjun, buah di pohon, dan busur yang direntangkan.

Sumber:
Ayuk R.P., Elizabeth T., Niken R.K., 2021, Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Jenis Sumber Energi Terbarukan


Sebagian besar sumber energi dunia masih didominasi oleh energi yang berasal dari fosil, dampaknya ialah energi dari fosil ini akan cepat habis dan tidak bisa diperbaharui lagi serta dampak lingkungannya yang sangat luar biasa. Maka dari itu saat ini sudah mulai banyak negara yang sedang berusaha menemukan energi-energi terbarukan.


Sumber energi terbarukan merupakan sumber energi yang dapat digantikan oleh proses alami dalam kurun waktu yang sebanding dengan penggunaannya, sehingga tidak akan pernah dapat habis. Beberapa sumber energi terbarukan yang saat ini mulai dikembangkan adalah biogas dari kotoran ternak, air mengalir, angin, dan panas matahari.

Salah satu sumber energi terbarukan yang saat ini mulai dipelajari agar dapat dikembangkan di Indonesia adalah biogas yang berasal dari sampah biologis. Adapun beberapa sumber energi terbarukan lainnya adalah.

Energi Matahari

Energi surya atau energi matahari adalah energi yang didapat dengan mengubah energi panas surya (matahari) melalui peralatan tertentu menjadi energi dalam bentuk lain. Matahari merupakan sumber utama energi. Energi matahari dapat digunakan secara langsung maupun diubah ke bentuk energi lain.

Energi Air

Energi air merupakan salah satu energi paling banyak digunakan untuk keperluan pembangkit energi listrik, khususnya di Indonesia. Air ada dimana-mana, jumlahnya tidak pernah habis, dan tetap. Prinsip kerjanya adalah aliran air di permukaan Bumi dibendung kemudian dialirkan menuju ke tempat yang lebih rendah untuk memutar turbin sehingga menghasilkan energi listrik.

Energi Angin

Energi angin memanfaatkan tenaga angin dengan menggunakan kincir angin untuk diubah menjadi energi listrik atau bentuk energi lainnya. Umumnya, digunakan dalam ladang angin dalam skala besar untuk menyediakan listrik di lokasi yang terisolir.

Energi Tidal atau Energi Pasang Surut

Energi pasang surut merupakan energi yang bersumber dari proses pasang surut air laut. Terdapat dua jenis sumber energi pasang surut  air laut, yaitu perbedaantinggi rendah air laut saat pasang dan surut, dan arus pasang surut terutama pada selat-selat yang kecil. Tekanan yang dihasilkan oleh air laut memutar turbin sehingga menghasilkan energi listrik. Seperti energi gelombang laut, Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi dalam pemanfaatan energi pasang surut air laut, namun masih dalam taraf pengembangan.

Energi Gelombang Laut

Energi gelombang laut atau ombak merupakan energi yang bersumber dari gerak naik turunnya gelombang air laut. Gerakan naik turun gelombang air tersebut memberikan tekanan pada turbin, hingga turbin dapat berputar dan mengahasilkan energi listrik. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki potensi tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dari gelombang laut. Namun, sumber ini masih dalam taraf pengembangan di Indonesia.

Energi Biogas

Energi biogas berasal dari limbah organik yang diolah melalui proses anaerobic digestion dengan bantuan bakteri tanpa oksigen, contohnya kotoran sapi, sampah dedaunan, dan sampah-sampah lain yang berasal dari organisme yang belum lama mati atau organisme hidup.

Sumber:
Ayuk R.P., Elizabeth T., Niken R.K., 2021, Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Jenis Sumber Energi Tak Terbarukan


Sumber energi adalah segala sesuatu yang menghasilkan energi. Pada umumnya sumber energi dibedakan menjadi dua yaitu sumber energi tak terbarukan dan sumber energi terbarukan. Sumber energi tak terbarukan kebanyakan merupakan energi yang bersumber dari fosil.


Sumber energi tak terbarukan merupakan sumber energi yang terbatas dan proses pergantiannya dalam kurun waktu yang sangat lama secara alami, sehingga pada akhirnya dapat habis. Energi tak terbarukan yang paling banyak dimanfaatkan adalah minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Ketiganya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu pada industri, untuk pembangkit listrik, mupun transportasi.

Bahan bakar fosil terbentuk dari proses ilmiah yang dialami oleh sisa sisa hewan dan tanaman purba dalam kurun waktu yang sangat lama dengan masa jutaan tahun. Bahan bakar fosil tersusun atas senyawa Hidrokarbon. Selain energi dari bahan fosil.energi nuklir juga termasuk sumber energi tah terbarukan.

Energi nuklir adalah energi potensial yang terdapat pada partikel di dalam nukleus atom. Partikel nuklir, seperti proton dan neutron, tidak terpecah di dalam proses reaksi fisi dan fusi. Akan tetapi, kumpulan tersebut memiliki massa yang lebih rendah daripada ketika berada dalam posisi terpisah. Adanya perbedaan massa ini maka dibebaskan dalam bentuk energi panas melalui radiasi nuklir.

Sumber:
Ayuk R.P., Elizabeth T., Niken R.K., 2021, Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Pengertian Interaksi Sosial Asosiatif dan Interaksi Sosial Disosiatif


Seperti yang teman-teman tau bahwa, manusia sbagai makhluk sosial yang saling membutuhkan dan saling berinteraksi antara manusia satu dengan yang lain. Interaksi antara manusia disebut dengan interaksi sosial, interaksi sosial ini disebut interaksi jika terjalin komunikasi dan timbal balik antara kedua manusia itu.


Selain komunikasi yang timbal balik, konflik juga termasuk kedalam interaksi sosial, tapi ini dinamakan interaksi antar kelompok. Hubungan kerja sama juga disebut dengan inetraksi sosial, sebenarnya ada banyak intraksi sosial. Seorang ahli yang bernama Gillin dan Gillin (1954) menyajikan dua bentuk interaksi sosial, yaitu:

Interaksi Sosial Asosiatif

Proses asosiatif yang dimengerti sebagai bentuk proses sosial yang mengarah kepada kerja sama antar pihak. Proses asosiatif terdiri dari kerja sama, akomodasi, dan asimilasi sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kerja sama adalah interaksi sosial manakala terdapat dua pihak atau lebih mengikatkan diri untuk memenuhi ke pen tingan bersama atau karena adanya persamaan tujuan. Kerja sama atau yang disebut cooperation dapat berupa koalisi dan kolaborasi. 
  2. Sedangkan akomodasi merupakan upa  ya meredakan ketegangan karena pertentangan yang terjadi dengan cara memenuhi sebagian tuntutan dari pihak-pihak yang bertikai. Tujuan akomodasi ada lah mencapai perimbangan serta mencegah membesarnya pertentangan. Variasi bentuk akomodasi misal-nya kompromi, arbitrasi, mediasi, konsiliasi, dan toleransi.
  3. Bentuk ketiga adalah asimilasi. Asimilasi merupakan percampur an dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru. Dalam proses semacam ini, budaya baru yang terbentuk sungguh berbeda dari budaya asal yang turut membentuk budaya baru tersebut.
  4. Akulturasi acap kali dipersamakan dengan proses asimilasi. Padahal sesungguhnya keduanya berbeda. Proses akulturasi merupakan proses dua budaya atau lebih berinteraksi, namun masing-masing kebudayaan tetap mempertahankan identitasnya serta batas-batas perbedaan antar budaya tidak hilang.

Interaksi Sosial Disosiatif

Bentuk lain yang berbalik dengan proses asosiatif adalah proses disosiatif. Interaksi ini mengarah kepada pertentangan antara pihak yang terlibat. Bentuk-bentuk proses disosiatif adalah kompetisi, kontravensi, dan konflik sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kompetisi adalah proses sosial bilamana para pihak yang terlibat bersaing be rebut sesuatu. Hal yang menjadi sumber perebutan masing-masing pihak sangat beragam misalnya sumber daya, keuntungan, jabatan, dan status.
  2. Kontravensi mewakili bentuk proses disosiatif yang lebih tinggi dibanding persaingan, tetapi tidak sampai mengalami pertentangan. Ragam bentuk kontravensi adalah penghasutan, penyangkalan, penolakan, dan pengkhianatan.
  3. Konflik merupakan proses disosiatif di mana pihak yang terlibat berusaha mencapai tujuannya dengan cara menantang atau menyerang lawan termasuk dengan kekerasan. Meski dekat dengan dampak negatif, konflik memiliki sisi positif berupa menguatnya solidaritas dalam kelompok karena adanya musuh bersama. Penyebab konflik antara lain adalah perbedaan nilai, kepentingan, kebudayaan, dan sebagainya.
Sumber:
Sari O., Efvinggo F.J., M. Nursa’ban, Supardi, Mohammad R.S., 2021, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Faktor Pembentuk Interaksi Sosial


Manusia sebagai mahluk sosial tidak bisa hidup hanya dengan mengandalkan diri sendiri, kita memerlukan manusia lain untuk berinteraksi dalam banyak hal. Interaksi sosial adalah Tindakan sosial yang bersifat timbal balik (mutualistik) antara dua pihak atau lebih.


Soekanto & Sulistyowati (2017: 58-59) menyampaikan, ada empat faktor yang membentuk interaksi sosial, Keempat faktor tersebut dapat membentuk interaksi sosial baik secara sendiri-sendiri maupun kombinasi di antara faktor-faktor tersebut, faktor-faktornya yaitu.

  1. Imitasi adalah tindakan seseorang meniru orang lain. Imitasi mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai tertentu yang berlaku yang berupa nilai positif dan negatif.
  2. Sedangkan sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau bersikap dan kemudian pandangan tersebut diterima pihak lain. Proses sugesti hampir sama dengan imitasi, tetapi titik berangkatnya berbeda.
  3. Identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi lebih mendalam ketimbang imitasi, dan kepribadian sesorang dapat terbentuk karena faktor ini.
  4. Simpati merupakan suatu proses di mana seseorang merasa tertarik dengan pihak lain. Dalam simpati, faktor perasaan memegang peran penting, meskipun dorongan utama simpati adalah keinginan memahami pihak lain dan bekerja sama dengan orang lain.
Sumber:
Sari O., Efvinggo F.J., M. Nursa’ban, Supardi, Mohammad R.S., 2021, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Metode-Metode Penelitian Sosial


Sebagai ilmu yang kumulatif, sosiologi harus selalu melakukan penelitian sosial. Kenapa? Karena bertujuan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta baru untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Pendekatan dan cara untuk melakukan penelitian sosial secara umum terbagi menjadi tiga metode,yaitu sebagai berikut.

1. Metode Penelitian Kuantitatif

John W. Creswell dalam bukunya yang berjudul Desain Riset: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (2017:4-5), menjelaskan bahwa penelitian metode kuantitatif adalah metode penelitian yang menguji teori tertentu dan mencari data penelitian dengan cara meneliti hubungan antarvariabel. Berbagai variabel itu diukur secara matematis dan statistik sehingga data yang berbentuk angka-angka dianalisis berdasarkan prosedur statistika.

2. Metode Penelitian Kualitatif 

Metode ini mengeksplorasi dan memahami makna, simbol, motivasi, pengalaman individu yang menjadi subyek penelitian. Metode penelitian kualitatif mengutamakan kualitas data. Bentuk data dari metode kualitatif adalah pernyataan, pendapat, serta gambaran (deskripsi) dari subyek penelitian. Teknik pengumpulan data pada metode kualitatif diperoleh melalui pengamatan (observasi) dan wawancara dengan subyek penelitian.

3. Metode Penelitian Campuran

Setiap penelitian bertujuan untuk mendapatkan data yang valid, terpercaya dan objektif, Metode penelitian campuran (mixed methods) adalah campuran antara metode kuantitatif dan metode kualitatif. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data dan temuan yang komprehensif karena masing-masing metode penelitian memiliki kelemahan dan kelebihan.

Sumber:
Sari O., Efvinggo F.J., M. Nursa’ban, Supardi, Mohammad R.S., 2021, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli


Sosiologi mempunyai beberapa sifat, yaitu Empiris, Teoritis, Kumulatif, dan Non Etis, keempat sifat tersebut harus dimiliki supaya bisa menjelaskan berbagai macam fenomena dan gejala-gejala sosial yang terjadi pada manusia dan masyarakat.


Apa itu Sosiologi? Menurut Auguste Comte, istilah sosiologi berasal dari gabungan Bahasa Romawi (socious) berarti kawan dan Bahasa Yunani (logos) berarti bicara. Berdasarkan dua kata tersebut, sosiologi dapat di artikan “berbicara mengenai masyarakat”.

Para ahli sosiologi juga memaparkan pengertian tentang sosiologi menurut pendapatnya masing-masing, berikut ini pengertian sosiologi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut.

  1. Sosiologi menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
  2. Sosiologi menurut Roucek dan Warren adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok.
  3. Sosiologi menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt adalah ilmu yang mempelajari masyarakat. Bagi Horton dan Hunt (1987), masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam jangka waktu yang cukup lama, mendiami suatu wilayah yang sama, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatannya dalam kelompok tersebut.
Sumber:
Sari O., Efvinggo F.J., M. Nursa’ban, Supardi, Mohammad R.S., 2021, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

4 Sifat Sosiologi


Sosiologi sebagai ilmu yang terus berkembang seiring dengan dinamika masyarakat, melahirkan banyak ilmuwan sosial dan sosiolog. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.


Ilmu ini hadir dari rasa ingin tahu para ilmuwan yang dikembangkan melalui penelitian sehingga melahirkan banyak teori-teori yang menjelaskan berbagai gejala sosial manusia dan masyarakat. Sebagai ilmu yang berusaha menjelaskan berbagai fenomena sosial, sosiologi memiliki beberapa sifat yaitu:

  1. Empiris. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang menghasilkan teori dan temuan melalui penelitian ilmiah baik dengan pengamatan, wawancara, dan analisa secara ilmiah atas fakta-fakta sosial, bukan berdasarkan asumsi ataupun dugaan. Hasil penelitian sosiologi berdasarkan data.
  2. Teoritis. Sosiologi berusaha menyusun temuan dan kesimpulan, menjelaskan tentang hubungan sebab-akibat, korelasi antar berbagai variabel atau faktor melalui penelitian ilmiah.
  3. Kumulatif. Teori dalam sosiologi senantiasa berkembang dan dinamis sesuai dengan dinamika masyarakat. Bahkan teori yang sudah ada dikaji ulang untuk mengetahui apakah masih relevan.
  4. Non Etis. Sosiologi bukan ilmu yang mempersoalkan tentang benar dan salah, atau baik dan buruk, tetapi berusaha menjelaskan dan mengungkapkan berbagai gejala ataupun masalah sosial.
Sumber:
Sari O., Efvinggo F.J., M. Nursa’ban, Supardi, Mohammad R.S., 2021, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Penjelasan Angin Muson, Angin Muson Timur, dan Angin Muson Barat


Angin muson atau angin monsun adalah angin yang berganti arah setiap setengah tahun. Angin muson terjadi karena ada perbedaan suhu dan tekanan udara antara luas daratan dan lautan. Pada musim-musim panas (summer), kedudukan Matahari mencapai titik kulminasi tertinggi.


Oleh karena itu, daratan menerima pemanasan yang maksimum atau suhu udaranya maksimum. Tetapi, sebaliknya massa udara yang berkembang itu, tekanannya relatif minimum. Perubahan arah gerakan muson biasanya seiring dengan pergantian musim panas dan dingin. Di Indonesia terdapat dua angin muson, yaitu angin muson barat dan angin muson timur:

1. Angin Muson Barat

Bertiup setiap bulan Oktober sampai Maret, saat kedudukan semu matahari di belahan bumi selatan. Hal ini menyebabkan tekanan udara maksimum di Asia dan tekanan udara minimum di Australia, maka bertiuplah angin dari Asia ke Australia (tekanan tinggi ke rendah). Karena angin melalui Samudra Hindia, maka angin tersebut mengandung uap air yang banyak, sehingga pada bulan Oktober sampai April di Indonesia terjadi musim penghujan.

2. Angin Muson Timur

Bertiup mulai bulan April sampai September, di mana kedudukan semu matahari di belahan bumi utara. Akibatnya tekanan udara di Asia rendah dan tekanan udara di Australia tinggi, sehingga angin bertiup dari Australia ke Asia. Angin tersebut melewati gurun yang luas di Australia, sehingga bersifat kering. Oleh karena itu Indonesia saat itu mengalami musim kemarau.

Sumber:
Sari O., Efvinggo F.J., M. Nursa’ban, Supardi, Mohammad R.S., 2021, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Pengertian Atmosfer dan Lapisan-Lapisannya


Sama halnya dengan permukaan Bumi, udara di atas permukaan Bumi juga mempunyai berlapis-lapis. Lapisan udara ini semakin tinggi maka udaranya semakin tipis, kira-kira diatas 500 km dari prmukaan Bumi udara dan grafitasi akan hilang. Lapisan udara ini disebut dngan Atmosfer.


Atmosfer merupakan lapisan-lapisan udara yang mengelilingi bumi, Pada sfera ini berbagai fenomena seperti cuaca, suhu, angin, penyinaran matahari, awan, kelembapan udara, dan hujan terjadi. Komposisi pembentuk gas atmosfer adalah nitrogen 78, 08%, oksigen 20,95%, argon, karbondioksida, serta unsur-unsur lainnya.

Atmosfer mempunyai lima lapisan, lapisan-lapisan dari atmosfer ini adalah sebagai berikut.
1. Troposfer (0 - 12 km)

Lapisan terbawah dan paling dekat dengan permukaan bumi. Sebagian besar gas atmosfer (lebih dari 75%) berada pada lapisan ini. Gejala cuaca baik itu hujan, petir, angin dan Pelangi terdapat di lapisan ini. Semakin ke atas maka temperature akan semakin turun.

2. Stratosfer (12 - 50 km)

Lapisan ini mengandung lapisan ozon. Basis stratosfer berada di 16 km di atas Khatulistiwa. Pada lapisan ini, temperatur berkisar dari -80 ° C hingga -90 ° C di atas Khatulistiwa, tetapi dari —40 ° C (di musim panas) hingga - 80 ° C di atas kutub. Di stratosfer, suhu meningkat dengan ketinggian maksimum sekitar 0 ° C di persimpangan dari stratosfer dan mesosfer.

3. Mesosfer (50 - 80 km)

Suhu udara di mesosfer menurun hingga minimal -90 (derajad) C di mesopause, batas dengan termosfer. Benda langit yang jatuh biasanya terbakar pada lapisan ini.

4. Termosfer (80 - 500 km)

Molekul gas terisolasi di termosfer pecah menjadi ion sebagai strip radiasi matahari elektron dari molekul oksigen dan nitrogen. Ionisasi gas membentuk ionosfer, dari 80 km hingga 400 km. Pada lapisan ini terjadi aurora sebagai efek visual ketika elektron dan proton dari matahari berinteraksi di ionosfer.

5. Eksosfer (lebih dari 500 km)

Lapisan ini memiliki temperatur terpanas dan gaya gravitasi sudah semakin berkurang.

Sumber:
Sari O., Efvinggo F.J., M. Nursa’ban, Supardi, Mohammad R.S., 2021, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Pengertian Lapisan Litosfer


Bumi mempunyai permukaan yang tidak rata, ada pegunungan, daratan yang rata, lautan yang dalam dan lainnya. Jika di perhatikan permukaan bumi ini selalu berubah-ubah, hal ini terjadi karna adanya pergerakan dari dalam Bumi yang menyebabkan gempa bumi atau letusan gunung berapi.


Permukaan Bumi ini disebut dengan lapisan Litosfer, litosfer merupakan lapisan paling atas dari bumi, terdiri atas berbagai jenis batuan antara lain batuan gunung berapi, batuan endapan dan batuan metamorfik, serta tanah.

Kajian dari litosfer mencakup berbagai bentuk permukaan bumi dan berbagai proses yang menyebabkan perubahan bentuk permukaan bumi baik di wilayah daratan, perairan dan udara. Litosfer merupakan bagian dari lapisan bumi, Adapun penjelasan secara rinci sebagai berikut:

  1. Litosfer mencakup kerak bumi (crust) yang merupakan lapisan kulit bumi terluar, letak dari kerak bumi di atas selimut bumi/mantel (mantle).
  2. Lapisan bumi pada bagian selimut bumi/mantel memiliki ketebalan 2.890 km yang terdiri dari batuan yang mengandung zat besi dan logam.  Pada lapisan selimut bumi dibagi menjadi dua yaitu mantel bawah (lower mantle) dan mantel atas (upper mantle).
  3. Inti bumi (core) merupakan bagian bumi terdalam yang terdiri dari inti luar (outer core) dan inti dalam (inner core). Bagian dari inti luar terdiri dari lapisan yang berbentuk logam cair yang mengandung besi, nikel, dan belerang. Bagian inti dalam terdiri dari lapisan padat dan cair yang mengandung besi dan nikel yang sangat panas.
Sumber:
Sari O., Efvinggo F.J., M. Nursa’ban, Supardi, Mohammad R.S., 2021, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Pengertian Sedimentasi dan Faktor Penyebabnya


Sama halnya dengan pelapukan atau weathering dan pengikisan atau erosi, sedimentasi juga merupakan termasuk kedalam tenaga yang sifatnya merusak yang berasal dari luar bumi atau biasa disebut dengan tenaga eksogen. Sedimentasi disebut merusak karena hasil dari sedimentasi ini akan merubah bentuk relief dari permukaan bumi. Nah, berikut ini akan dijelaskan pengertian dan penyebab sedimentasi.


Sedimentasi adalah proses pengendapan batuan besar, kecil, halus dan bahan sisa organik hasil kerja erosi dan plapukan yang diangkut oleh aliran air, hembusan angin dan gelombang laut di suatu tempat dalam kurun waktu yang lama. Sedimentasi merupakan salah satu tenaga eksogen yang turut menentukan relief permukaan bumi.

Material hasil erosi mengalami pengendapan, contohnya daerah endapan di muara sungai yang membentuk delta. Sedangkan sedimentasi yang dibawa angin disebut sebagai sedimentasi aeolis, seperti yang terjadi di gurun pasir dan gundukan pasir. Contoh dari sedimentasi aeolis adalah gumuk pasir di Pantai Parangtritis Yogyakarta. Nah, berikut ini akan dijelaskan pengertian dan penyebab sedimentasi. 

Bentukan-bentukan yang dihasilkannya tergantung pada media penyebabnya antara lain:
1. Sedimentasi oleh Air Sungai

Aliran air sungai membawa bahan-bahan padat hasil erosi dan diendapkan di sekitar aliran sungai berupa bantaran sungai, yaitu daratan yang berada di sebelah kanan-kiri sungai; kipas aluvial, yaitu endapan sungai yang berbentuk kipas; dataran banjir (flood plain), terjadi apabila sungai meluap atau banjir, di kanan kirinya terdapat endapan yang datar; dan delta, yaitu bentukan sedimentasi di bagian hilir sungai baik di danau ataupun di pantai.

2. Sedimentasi oleh Angin (Eolis)

Hembusan angin membawa bahanbahan padat yang diendapkan di tempat tertentu. Bentukan alam yang dihasilkannya berupa guguk pasir (sand dunes), yaitu bukit pasir yang rendah di daerah pantai atau gurun; dan barchans, yaitu sejenis bukit pasir berbentuk bulan sabit yang lerengnya melandai menghadap ke arah datangnya angin.

3. Sedimen oleh Gelombang Laut

Gerakan gelombang membawa bahan-bahan hasil abrasi dan diendapkan di sepanjang pantai. Bentukan alam yang dihasilkannya berupa beach, yaitu kumpulan puing batu karang di sekitar cliff; bar, yaitu endapan pasir di pantai yang arahnya me-manjang; dan tombolo, yaitu endapan pasir yang menghubungkan pulau dengan daratan induk.

Sumber:
Sari O., Efvinggo F.J., M. Nursa’ban, Supardi, Mohammad R.S., 2021, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya:

Pengertian Erosi dan Faktor Penyebabnya


Selain pelapukan, yang termasuk kedalam tenaga eksogen ialah pengikisan atau erosi. Erosi disebutkan termasuk kedalam eksogen karena pengikisan ini termasuk tenaga yang sifatnya merusak dan berasal dari luar bumi. Sama halnya dengan pelapukan, pengikisan juga dapat menghasilkan bentukan baru pada permukaan bumi. Berikut ini akan dijelaskan pengertian erosi dan penyebab erosi.


Erosi adalah suatu proses pengikisan dan penorehan bahanbahan yang disebabkan oleh gerakan air mengalir, hembusan angin, gelombang laut, dan gletser. Faktor-faktor penyebab terjadinya erosi antara lain sebagai berikut.

Berdasarkan bentuk atau tipe erosinya, terdapat 5 macam erosi air yaitu:

  • Erosi Percikan (splash erosion), terjadi karena tenaga tetesan air hujan memecahkan bahan mineral seperti batu, kerikil, debu, dan partikel tanah.
  • Erosi Permukaan (sheet erosion), erosi yang mengikis tanah bagian atas sehingga kesuburan tanah berkurang.
  • Erosi Alur (riil erosion), terjadi karena pengumpulan aliran air permukaan yang membentuk alur-alur.
  • Erosi Parit (gully erosion), merupakan perkembangan erosi alur yang membentuk parit-parit yang lebih dalam dan lebar.
  • Erosi Air Terjun (water fall erosion), terjadi pada lereng yang curam atau terjal di mana terdapat air terjun.

Gelombang laut yang bergerak terus menerus terhadap dinding pantai menyebabkan pengikisan pantai dan memindahkan material batuan dari pantai ke tempat sekitarnya yang dinamakan abrasi. Abrasi menyebabkan terbentuknya cliff, yaitu dinding pantai yang curam dan terjal; relung, yaitu cekungan pada dinding pantai; dataran abrasi, yaitu hamparan wilayah datar di pantai; dan cave yaitu terowongan atau gua di pantai.

3. Gletser

Gletser adalah bongkahan-bongkahan atau lempengan es yang bergerak lambat dari pegunungan tinggi menuju ke bawah. Pada saat bergerak terjadi pengikisan dan sekaligus menyeret batubatuan ke bawah yang dinamakan eksarasi. Erosi ini menyebabkan terbentuknya morena yaitu timbunan batu kerikil, pasir, dan bongkahan yang ditinggalkan oleh sisa gletser, sedangkan lawine adalah longsor gletser atau salju.

4. Hembusan Angin

Angin yang berhembus sambil membawa pasir melakukan pengikisan terhadap batuan yang dilewatinya yang dinamakan korasi. Korasi ini menyebabkan terbentuknya batu cendawan atau batu jamur di padang pasir.

Sumber:
Sari O., Efvinggo F.J., M. Nursa’ban, Supardi, Mohammad R.S., 2021, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X, Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Materi Lainnya: